Menikmati Kemegahan Istana Topkapi Istambul di Musim Semi
Senin , 29 May 2017, 15:30 WIB

muhammad subarkah
Istana Topkapi

Kemegahan bangunan tempat tinggal penguasa dan pusat nadi pemerintahan Kekhalifahan Turki di Istambul yang akrab disebut Istana Topkapi, memang menjadi daya tarik utama setiap pelancong yang berkunjung ke sana.

Letaknya strategis bagi santapan setiap mata karena berada persis di tepi selat Bosporus yang menawan. Temboknya menjulang tinggi mengelilingi kompleks bangun yang luasnya mencapai 45 hektar itu. Istana ini dibangun oleh Sultan Mehmet II pada tahun 1459 M.

‘’Istana ini menjadi tempat tinggal Sultan selama 600 tahun, sebelum pada tahun 1924 oleh pendiri negara Turki Kemal At Turk dijadikan museum. Kini bangunan ini dijadikan bangunan warisan dunia oleh Unesco,’’ kata Sulaiman, pemandu wisata yang tinggal di Istambul, awal pekan lalu.

Sebelum sampai di kompleks Istana, di kejauhan tanda-tanda kemegahan sudah terlihat. Menara masjid biru dan Haga Sopia yang ada di depannya menjadi salah satu penandanya. Sebelum masuk kompleks, selain membayar tiket sebanyak 40 lira, tas pengunjung diperiksa melalui metal detektor. Setelah lolos baru para pelancong diperbolehkan masuk ke dalam melalui pintu gerbang yang berasitektur gapura berlengkung.

Namun, sebelum sampai masuk kebagian utama Istana, sebuah kompleks taman yang luas dan penuh pepohonan tua terlebih dahulu tersaji di depan mata. Terlihat semua serba tertata rapi dan indah karena taman dipenuhi aneka warna bunga yang memang lagi bermekaran di musim semi ini. Di sebelah kanan taman berdiri sebuah gereja kuno peninggalan Romawi. Dan, di sebelahnya gereja berdiri sebuah bangunan bermenara tinggi yang disebut gedung ‘Menara Keadilan’.

‘’Gereja itu sudah ada ribuan tahun. Sewaktu penaklukan konstantinopel dan pembangunan Istana ini, Sultan Muhamamd Al Fatih tidak mengusik gereja kristen ortodoks itu. Jadi sama dengan bangunan Haga Sophia yang berubah jadi masjid, gereja romawi itu juga dibiarkan atau tidak diusik,’’ kata Sulaiman menerangkan.


Redaktur : Muhammad Subarkah