Mengenal 'Magha’er Shuaib', Tempat Nabi Musa dan Shuaib Pernah Tinggal
Ahad , 06 Agustus 2017, 12:03 WIB

saudigazette.com
Situs Magha'er Shuaib tempat Nabi Musa dan Shuaib selama 10 tahun tinggal bersama.

IHRAM.CO.ID -- Sangat jarang orang  yang tahu tempat atau situs di mana Nabi Musa  tinggal sebelum dia menjadi utusan Allah dan dikirim ke sebuah misi ke Firaun. Akibatnya, sedikit pula orang  yang mengunjungi situs tersebut, meski ceritanya dan lokasinya disebutkan dalam Al Qur'an.

Arti penting tempat itu terletak pada nama "Shuaib," yang merupakan milik Nabi "Shuaib"  yang berteman dengan Musa dan menjadi mertuanya. Gunung berukir berdiri sebagai saksi sebuah cerita abadi yang terjadi di Provinsi Al-Bida'a, salah satu situs bersejarah terkaya di dekat Laut Merah.

"Magha'er Shuaib" adalah situs bersejarah yang terletak 225 km barat laut kota Tabuk di Arab Saudi. Ini adalah tempat di mana Musa pindah ke sana selama satu dekade. Musa tinggal di sana untuk memenuhi persyaratan mas kawin untuk menikahi putri Shuaib sebelum kembali ke Mesir untuk menasihati Pharoah (Firaun) dan para pengikutnya,’’ kata DR Ahmed Al-Abboudi, pakar sejarah dari Departemen Arkeologi Universitas ‘King Saud’, kepada Al-Arabiya.

Tempat itu menyimpan karakteristik historisnya,dengan bentuk sisa bangunan yang diukir. Al-Abboudi mengatakan  yakin lokasi itu  lebih tua dari pada "Madayen Saleh."

"Magha'er Shuaib" sesuai dengan karya penelitian dan sumbernya disebut "Madyan" di masa lalu dan di dalam Al Qur'an, sementara saat ini dikenal sebagai gubernur Al-Bida'a. Penelitian ini mengkonfirmasi bahwa "Magha'er Shuaib" adalah tempat Nabi Musa (pub) tinggal sebelum kenabiannya sesuai dengan kisah populer di dalam Al Qur'an,’’ katanya.

Al-Abboudi menunjukkan bahwa tempat tersebut belum dipelajari secara luas dan belum mendapat perhatian, terutama karena sudah dinyatakan tertutup, kecuali beberapa kunjungan pejabat. Apalagi di lokasi tersebut tidak memiliki layanan dan fasilitas kepada para pengunjungnya.

“Karena kesamaan antara "Madayen Saleh" dan "Magha'er Shuaib" dalam gaya konstruksinya, maka banyak pengamat tidak menyadari bahwa kedua lokasi berbeda dan dipisahkan sekitar 400 km menuju Laut Merah. Lokasi juga berbagi kesamaan dengan "Petra" di Yordania, dalam hal pola pahatan, penampilan, serta bentuknya,’’ ujarnya.

Redaktur : Muhammad Subarkah