Ragam Julukan Kota Jeddah
Selasa , 19 September 2017, 18:15 WIB

Republika/ Nashih Nashrullah
Pemandangan di Jeddah Corniche

IHRAM.CO.ID,  JAKARTA -- Jeddah, kota ini merupakan gerbang menuju Tanah Suci. Namun, tak banyak orang yang tahu bahwa Jeddah adalah kota bersejarah yang erat kaitannya dengan perkembangan Islam.

Terletak di wilayah Hijaz Tihamah, pantai Laut Merah, Jeddah kini merupakan kota terbesar kedua di Arab Saudi setelah ibu kota negara, Riyadh. Berpenduduk sekitar 3,5 juta jiwa, kota ini merupakan salah satu pusat kegiatan ekonomi negeri ini.

Posisinya yang berada di bibir Laut Merah juga membuatnya menjadi salah satu kota resor utama di Arab Saudi. Dan, karena dekat dengan Laut Merah pula, Jeddah kondang dengan budaya makanan laut dan aktivitas memancingnya. Hal inilah yang membedakan Jeddah dengan kota-kota lainnya di Saudi.

Secara etimologi, nama kota ini konon berasal dari bahasa Arab, yakni ''jaddah'', yang berarti nenek. Hal ini berkaitan dengan keyakinan bahwa nenek moyang umat manusia, yakni Hawa, dimakamkan di kota ini. 

Namun, seorang pengelana Muslim, Ibnu Battutah (1304-1368), menyebut kota ini dalam buku hariannya sebagai ''Jiddah''. Dalam salah satu perjalanannya, Ibnu Battutah memang pernah menyinggahi kota ini.

Lain lagi dengan Kementerian Luar Negeri Inggris dan perwakilan Pemerintah Inggris lainnya lebih suka menyebut kota ini dengan ejaan lama, yakni ''Jedda''. Namun, pada 2007, hal itu berubah dan Pemerintah Inggris mulai menyebut kota ini, ''Jeddah''. Begitu pun dengan dokumen dan peta resmi Arab Saudi yang menyebut kota ini, ''Jeddah''.

Memiliki area kurang lebih 2.400 km persegi dengan panjang garis pantai mencapai lebih dari 80 km, Jeddah dikenal dengan sebutan "The Bride of The Red Sea" (Pengantin Laut Merah). Julukan ini diberikan karena letak geografis Jeddah yang berada di pesisir Laut Merah.

Ada pula julukan lain, yakni  "Al-Babul Haramaini" (Pintu Gerbang Dua Tanah Haram), karena Jeddah menjadi pintu masuk ke Tanah Suci Makkah dan Madinah. Bahkan, ada pula yang menyebut Jeddah sebagai ''Kota Tengah Pasar''. Hal ini karena Jeddah merupakan pusat kegiatan ekonomi Saudi.

Redaktur : Agung Sasongko
Reporter : c16/mgrol98/berbagai sumber