REPUBLIKA.CO.ID | EPAPER REPUBLIKA
Monday, 25 September 2017
5 Muharram 1439
Find us on:
Jamaah Bersiap Pulang
Thursday, 01 Jan 1970

Foto : Republika/Didi Purwadi  

 

 

 

 

 

 

 

 

Koper jamaah haji Indonesia diangkut ke truk di pemondokan 101 Mahbas Jin, Makkah,

 

MAKKAH — Jamaah haji Indonesia sudah mulai bersiap kembali ke Tanah Air. Kloter awal pemulangan jamaah haji Indonesia akan diberangkatkan pada Sabtu (17/9). Sekitar dua hari sebelum pemberangkatan, yakni Kamis (15/9), penimbangan bagasi koper jamaah akan dilakukan.

"Penimbangan bagasi koper besar akan dilakukan dua hari sebelum jadwal kepulangan," kata Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara Jeddah-Madinah Nurul Badruttaman di Mina pada Rabu (14/9).

Pihaknya mengimbau jamaah haji untuk menaati peraturan penerbangan, di antaranya, tidak memasukkan air zamzam ke dalam bagasi koper besar. Nurul mengatakan, jamaah membawa barang bawaan dalam koper besar maksimal 32 kg. Tas tentengan maksimal tujuh kg. Jamaah tidak perlu membawa air zamzam karena akan mendapatkan air tersebut sebanyak lima liter yang akan dibagikan nanti sesampainya di debarkasi masing-masing.

Nurul pun meminta para petugas agar lebih intensif dan masif untuk sosialisasi terkait ketentuan berat barang bawaan jamaah tersebut. Tim petugas haji dari sektor dan Daker Makkah sebagai ujung tombak harus mengantisipasi terkait barang bawaan jamaah.

Kepulangan jamaah gelombang I akan diterbangkan melalui Bandara King Abdul Aziz (KAAIA) Jeddah. Sementara, kepulangan jamaah gelombang II akan diterbangkan dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah.

Nurul mengatakan, petugas tim Daker Bandara Jeddah-Madinah sudah siap seratus persen dalam melayani proses layanan kepulangan jamaah haji dari Tanah Suci ke Tanah Air. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi juga sudah melakukan koordinasi dan konsolidasi dengan pihak penerbangan Garuda Indonesia, Saudi Airlines, dan berbagai pihak terkait.

Kepala Daker Makkah Arsyad Hidayat mengatakan, akan memperketat pengawasan saat penimbangan barang di pemondokan. Hal ini dilakukan karena tahun ini check-in barang akan langsung dilakukan di bandara.

"Tahun ini ada perubahan. Tidak ada lagi city check in. Jadi, semua barang akan dikirim langsung ke bandara. Kalau di bandara, artinya barang tersebut akan dicek oleh pihak keamanan Arab Saudi," kata Arsyad. Kalau tidak sesuai aturan, barang bawaan jamaah akan langsung dikeluarkan oleh mereka.

Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi Subhan Cholid mengatakan, pemberangkatan kloter-kloter awal pemulangan akan dilakukan pada Sabtu (17/9) dini hari waktu Saudi. Mereka akan terbang menuju Tanah Air melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz (KAAIA) Jeddah.

"Mereka harus segera bersiap," kata Subhan. Penimbangan barang bawaan (koper) harus dilakukan 48 jam sebelum penerbangan, yakni Kamis, 15 September.

Pihaknya sudah menyampaikan jadwal pemulangan ke pihak muasasah, naqabah (organda Saudi), dan syarikah (perusahaan bus Saudi) agar disiapkan sarana transportasi yang akan membawa jamaah dari Makkah menuju Jeddah. "Insya Allah bus tetap upgrade pada pemulangan ini," katanya.

Subhan mengimbau jamaah haji bersikap kooperatif. Berbagai peraturan yang sudah dibuat diharapkannya dapat ditaati dengan baik. Peraturan yang sudah dibuat, menurutnya, berkaitan dengan keselamatan selama penerbangan menuju Tanah Air.

Jamaah juga diimbaunya untuk tidak membawa barang berlebihan. Mereka diharapkan membawa barang bawaan secukupnya. Barang bawaan yang sederhana akan memudahkan jamaah melakukan perjalanan menuju Tanah Air. Didi Purwadi dari Makkah , Arab saudi ed: Erdy Nasrul