Jumat , 15 September 2017, 20:30 WIB

Ribuan Umat Islam Cianjur Galang Dana untuk Rohingya

Red: Endro Yuwanto
Republika/Debbie Sutrisno
Pesawat bantuan untuk masyarakat Rohingya akan diberangkatkan ke Chittagong, Bangladesh, Kamis (14/9).
Pesawat bantuan untuk masyarakat Rohingya akan diberangkatkan ke Chittagong, Bangladesh, Kamis (14/9).

REPUBLIKA.CO.ID,  CIANJUR -- Ribuan umat Islam yang tergabung dalam Konsorsium Ormas Islam Plus Cianjur, Jawa Barat, melakukan aksi jalan kaki menggalang dana untuk membantu Muslim Rohingnya di Myanmar. Aksi di sepanjang Jalan Protokol Cianjur, Jumat (15/9) itu menyedot perhatian warga.

Aparat kepolisian terpaksa melakukan rekayasa arus dengan menutup sejumlah ruas jalan yang dilalui rombongan. Sebagian besar peserta aksi membawa pamflet berbagai tulisan seperti "Save Rohingya" dan "Usir Dubes Myanmar dari Indonesia".

Sekretaris Konsorsium Ormas Islam Plus, Ahmad Yani, mengatakan, ribuan peserta yang hadir satu suara untuk mendukung dan mendoakan umat Islam di Rohingnya. "Sebagai sesama umat Islam, wajib mebantu saudara. Kami di sini berniat untuk mencari ridho Allah SWT, mengorbankan harta dan jiwa raga untuk saudara kita di Myanmar," katanya.

Ahmad menjelaskan, dalam aksi tersebut dilakukan penggalangan dana yang nantinya akan disalurkan sebagai bantuan untuk Muslim Rohingnya. "Sebelum kegiatan sudah terkumpul Rp 36.336.000 dari donatur. Tapi diharapkan setelah kegiatan bisa lebih besar lagi," katanya.

Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan, pihaknya mendukung kegiatan tersebut karena membentuk kepedulian bangsa terhadap umat Islam di negara lain. "Kami berharap sodaliaritas ini memperkokoh kecintaan sesama saudara seiman. Terlebih umat Islam di Rohingnya sedang mengalami cobaan yang sangat berat, sudah selayaknya kita panjatkan doa untuk mereka," katanya.

Namun Herman mengimbau umat Islam di Cianjur tidak terpancing isu dari pihak yang tidak bertanggung jawab atau berita hoax yang dapat memecah belah bangsa. "Menyampaikan pendapat itu perlu, tapi jangan sampai menjadi konflik di negeri sendiri. Indonesia harus dikelola dengan jiwa nasionalsme, memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa," jelasnya.

Sumber : Antara