Ahad , 29 October 2017, 04:07 WIB

Republika Raih Penghargaan Media Massa Cetak Berbahasa Indonesia Terbaik 2017

Rep: umi nur fadhilah/ Red: Budi Raharjo
Republika/Rakhmawaty La'lang
 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy , Jakarta, Jumat (8/4)
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy , Jakarta, Jumat (8/4)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Harian Republika mendapat salah satu penghargaan Media Massa Cetak Berbahasa Indonesia Terbaik 2017 dari Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Penghargaan diberikan dalam perayaan Bulan Bahasa dan Sastra 2017 di Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Sabtu (28/10).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengingatkan Sumpah Pemuda menempatkan Bahasa Indonesia menjadi pilar utama perjuangan bangsa Indonesia. Hajatan kesusastraan dan kebahasaan bersumber dari literasi nasional yang terus mengumandangkan bahasa Indonesia. "Ciri-ciri negara maju adalah kuat, kokoh, dan membangun tradisi literasi," kata dia usai memberi penghargaan.

Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu mengingatkan bangsa dengan literasi rendah tak bisa menjadi bangsa maju dan besar. Ia tidak menampik berbagai jajak pendapat menempatkan Indonesia sebagai negara dengan budaya literasi rendah. Pun ada yang menyebut pendidikan Indonesia ketinggalan 45 tahun di banding negara lainnya.

Republika menjadi satu dari 10 media massa yang diganjar penghargaan Media Massa Cetak Berbahasa Indonesia Terbaik 2017. Masing-masing, Media Indonesia, Pikiran Rakyat, Bisnis Indonesia, Jawa Pos, Lampung Pos, Harian Republika, Warta Kota, Tribun Jabar, Suara Pembaruan, dan Banjarmasin Pos. Penghargaan juga diberikan pada Kompas dan Tempo sebagai Media Cetak Berdedikasi dalam Berbahasa Indonesia 2017.