Sunday, 13 Syawwal 1440 / 16 June 2019

Sunday, 13 Syawwal 1440 / 16 June 2019

Berkunjung ke Jeddah al-Balad

Jumat 19 Apr 2019 11:21 WIB

Red: Agung Sasongko

Suasana festival di Kota Tua Jeddah, Kamis (20/9). Festival itu digelar terkait peringatan  Hari Nasional Arab Saudi yang akan jatuh pada 23 September nanti.

Suasana festival di Kota Tua Jeddah, Kamis (20/9). Festival itu digelar terkait peringatan Hari Nasional Arab Saudi yang akan jatuh pada 23 September nanti.

Foto: Republika/Fitriyan Zamzami
Di Jeddah al-Balad banyak monumen dan bangunan bersejarah,

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menurut Dewan Pariwisata dan Warisan Budaya Nasional Saudi (SCTH), Kota Tua Jeddah punya sejarah panjang, bahkan sebelum Islam datang. Namun, titik balik kota ini terjadi di era Khalifah Utsman bin Affan pada 647 M. Saat itu, Utsman memerintahkan agar Jeddah jadi gerbang dan wilayah pelabuhan Kota Makkah agar alur barang dan jasa bagi jamaah haji lancar.

Jeddah al-Balad punya banyak monumen dan bangunan bersejarah yang menarik secara arkeologi. Bangunan dan monumen ini tersebar dan berhadapan dengan bangunan-bangunan modern saat ini, termasuk Dinding Kota Tua Jeddah beserta area-area terbukanya, seperti al-Mazloom, al-Sham, al-Yemen, dan al-Bahr Haras. Ada pula masjid-masjid bersejarah dan pasar-pasar lama yang masih beroperasi menjajakan komoditas khas Jeddah.

Baca Juga

Salah satu yang penting dari festival ini adalah gelaran makanan, baik makanan tradisional Hijaz maupun non-Hijaz. Sahutan penjual susu segar bisa didengar di tiap blok di tempat festival ini diselenggarakan. Bagi yang tertarik, ada pula bazar pakaian, aksesori hingga perkakas rumah

Festival Atareek digelar selama 10 hari dan kegiatannya dibagi berdasarkan kategori, yakni sejarah, budaya, dan hiburan. Area Kota Tua Jeddah yang dijadikan lokasi acara membuat pengunjung seolah dibawa menyelami Saudi 80 tahun silam. 

Mereka yang berkunjung ke Jeddah al-Balad disarankan melihat pameran bangunan berusia 200 tahun yang ditutup pembungkus khusus. Bangunan berusia 200 tahun ini pernah menjadi rumah perlindungan bagi wanita di abad ke-19. 

Pameran ini punya pesan tegas agar warga setempat ikut menjaga bangunan-bangunan lama dan tidak meninggalkannya lumat dimakan waktu. Festival ini tak hanya menarik bagi warga Saudi, tetapi juga bagi wisatawan asing. Bagi warga asing yang sempat dan masih menetap di Jeddah, Jeddah al-Balad seperti buku yang tak habis dibaca sekali duduk.

Sumber : Mozaik Republika
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA