Tuesday, 15 Syawwal 1440 / 18 June 2019

Tuesday, 15 Syawwal 1440 / 18 June 2019

Pusat Astronomi Uni Emirat Arab Prediksi Awal Puasa Sama

Senin 29 Apr 2019 14:03 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Nashih Nashrullah

Ilustrasi Ramadhan

Ilustrasi Ramadhan

Foto: Pixabay
Pusat Astronomi Uni Emirat Arab memprediksi Ramadhan 6 Mei.

REPUBLIKA.CO.ID, ABU DHABI – Pusat Astronomi Internasional di Uni Emirat Arab (UEA) memprediksikan awal bulan suci Ramadhan jatuh pada 6 Mei mendatang. Dilansir dari Emirates News Agency, Senin (29/4). Awal Ramadhan yang bertepatan 6 Mei tersebut secara umum sama di hampir negara-negara Islam. 

Direktur Pusat Astronomi Internasional, Mohamed Shawkat, mengatakan penampakan bulan sabit tidak mungkin ada dari Asia Timur dan Tenggara serta Eropa Selatan dan sebagian besar negara-negara Arab pada 5 Mei mendatang. 

Baca Juga

Dia menegaskan bahwa mereka dimungkinkan bisa melihat bulan hanya dengan teleskop di wilayah-wilayah tersebut pada hari nanti. Kendati demikian, melihat bulan dengan mata telanjang di negara-negara Afrika Barat dan Selatan serta sebagian besar Amerika Serikat juga akan sulit. “Bulan akan relatif mudah terlihat di Amerika Tengah,” kata dia. 

Sementara itu, secara terpisah, di Indonesia, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan awal puasa tahun 1440 Hijriyah/2019 Masehi pada 6 Mei 2019. Penetapan itu berdasarkan hasil perhitungan astronomi haqiqi wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Dalam Maklumat PP Muhammadiyah tersebut, dijelaskan mengenai awal puasa dan hari-hari besar lain, di antaranya 1 Syawal atau Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah jatuh pada 5 Juni 2019.

Pemerintah melalui Kementerian Agama baru akan menggelar sidang isbat dan pemantauan awal Ramadhan 1440 H pada 5 Mei 2019. Sidang penetapan awal Ramadhan diselenggarakan di Auditorium H.M. Rasjidi, Kementerian Agama RI, Thamrin, Jakarta. Pemerintah akan melakukan pemantauan hilal awal Ramadhan pada hari dan tanggal yang sama di 34 provinsi.  

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA