Pendidikan Islam Harus Berbenah Atas Hasil UN SMA 2019

Rabu , 26 Jun 2019, 09:44 WIB Redaktur : Muhammad Subarkah
Pendidikan Islam
Foto : Republika/ Tahta Aidilla
Pendidikan Islam

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pengajar dan sekaligus mantan rektor Universitas Islam Indonesia, DR Nandang Sutrisno, mengatakan kini ada pelajaran serta hikmah penting bagi lembaga pendidikan Islam. Hal itu adalah terkait setelah keluarnya urutan 100 SMA dengan pencapaian nila terbaik Ujian Nasional tahun 2019.

 

‘’Saya kaget setelah diberi tahu tentang daftar 100 SMA terbaik berdasarkan hasil ujian nasional (UN) 2019. Di situ saya tahu sekolah berbasis perguruan Islam ternyata belum banyak yang masuk ranking. Bahkan sekolah Islam yang saya semula pikir masuk daftar ternyata tidak ada,’’ kata Nandang Sutrisno, dalam percakapan melalui telepon, Rabu (26/6).

Nandang mengatakan secara terbuka keluarnya ranking nasonal UN tingkat SMA untuk tahun ini harus menjadi peringatan dan harus pula menjadi reorientasi kajian dari program pelaksaan pendidikan dan pengajaran di sekolah Islam selama ini. Mungkin kesimbangan pelajaran keagaam umum dan  agama harus bisa semakin diterapkan.

‘’Selain itu hal ini juga menjadi pasti menjadi cermin juga terkait dengan sarana-prasana pendidikan di sekolah Islam yang masih banyak kekurangan. Memang saya lihat sendiri, kecuali di sekolah pendidikan Islam tertentu yang masuk itu (favorit) lain. Bahkan saya kaget karena usia sekolah Islam yang masuk ranking terbaik itu belum terlalu lama,’’ kata Nandang yang alumni Univeritas Melbourne Australia dan MC Gill Canada terebut.

Melalui pengamatanya, usia sekolah Islam yang masuk ranking NEM SMA terbaik itu mempunya metode pengajaran yang  bagus serta sangat sangat disiplin kepada para siswa. “Saya pun lihat sendiri karena ada anak dari keluarga saya yang bersekolah di sana. Independisnya anak-anaknya itu luar biasa. Mereka terlihat dewasa dalam berpikir serta terbiasa menyelesaikan masalah secara mandiri.’’

Ditanya mengenai pengamatannya tentang sekolah berbasis pendidikan Islam yang lain atau pada umumnya, Nandang mengatakan kalau di sekolah tersebut terkesan pada umumnya masih seperi sekolah biasanya saja. Seolah pendidikan di sekolah Islam hanya sekedar rutinitas, sepertinya hanya menggugurkan kewajiban bahwa menuntut ilmu itu adalah kewajiban setiap Muslim baik laki dan perempuan.

‘’Alhasil hikmah soal ini juga ada untuk para orang tua siswa. Mereka kini harus juga semakin peduli kepada pendidikan serta, memperkuat disiplin putra-putrinya. Bagi kami yang mengurus pendidikan atau universitas berbasis Islam hasil atau nilai UN di SMA itu penting. Terutama untuk mendapat calon mahasiswa dari jalur prestasi,’’ ujarnya.

Malah untuk  UII, lanjut Nandang, semenjak dahulu ada penerimaan mahasiswa melalui jalur penerimaan khusus. ‘’Kami punya kebijakan ada yang melalui penerimaan melalui jalur prestasi adademik dan umum. Misalnya dia berprestasi dalam olah raga dan haidz/penghapal Alquran. Maka siswa itu akan kami prioritaskan bahkan mendapat bea siswa. Kita sangat perhatikan prestasi betul para lulusan SMA yang akan menjadi mahasiswa kami,’’ tegas Nandang.

Berikut daftar ranking 100 SMA terbaik berdasarkan hasil rata-rata nilai Ujian Nasional (UN) 2019 yang dari kementerian pendidikan RI. Urutan 10 besar teratas.

1. SMA Negeri Unggulan Mohammad Husni Thamrin, Provinsi DKI Jakarta, jumlah rata-rata NEM : 91,68

2. SMA Santa Ursula BSD, Provinsi Banten, jumlah rata-rata NEM : 91,09

3. SMA Kristen 1 Penabur, Jakarta, jumlah rata-rata NEM : 90,98

4. MA Negeri Insan Cendekia Serpong, Banten, jumlah rata-rata NEM : 90,45

5. SMA Santa Ursula, Jakarta, jumlah rata-rata NEM : 89,78

6. SMA Pahoa, Banten, jumlah rata-rata NEM : 89,73

7. SMA Kristen Yusuf, Jakarta, jumlah rata-rata NEM : 88,33

8. SMA Kanisius, Jakarta, jumlah rata-rata NEM : 88,00

9. SMA Labschool Kebayoran, Jakarta, jumlah rata-rata NEM : 87,95

10. SMA Kristen 3 BPK Penabur, Jakarta, jumlah rata-rata NEM : 87,66

 
Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019
IMSAK SUBUH ZUHUR ASAR MAGRIB ISYA
WIB WIB WIB WIB WIB WIB