Sunday, 13 Syawwal 1440 / 16 June 2019

Sunday, 13 Syawwal 1440 / 16 June 2019

Daftar Tunggu Haji di Yogyakarta Mencapai 13 Tahun

Selasa 29 Jan 2013 13:18 WIB

Rep: neni ridarineni/ Red: Heri Ruslan

Foto udara yang diambil dari helikopter, menunjukkan ribuan tenda pemondokan jamaah haji di Mina, Sabtu (27/10).   (Hassan Ammar/AP)

Foto udara yang diambil dari helikopter, menunjukkan ribuan tenda pemondokan jamaah haji di Mina, Sabtu (27/10). (Hassan Ammar/AP)

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Daftar tunggu  menunaikan ibadah haji untuk calon jamaah haji di DIY mencapai 13 tahun. Sehingga apabila tahun ini masyarakat DIY baru mendaftar untuk menunaikan ibadah haji, maka berangkat ibadah hajinya tahun 2025.

Hal itu dikemukakan Kepala Kanwil Kementerian Agama Maskul Haji pada wartawan usai  Peringatan Maulid Nabi Muahammad SAW Tahun 1434 H/2013 Masehi Jajaran Pemerintah Daerah DIY, di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, Selasa (29/1).

Selanjutnya dia mengatakan  BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji) 2013 sekarang baru dalam proses pembahasan di Komisi VIII DPR RI.'' Kementerian agama sedang menyusun draft BPIH.  Kita tunggu saja mudah-mudahan bulan Juni-Juli BPIH sudah keluar. Sehingga waktu pelunasan BPIH lebih lama dan waktu manasik haji juga lebih lama,''tutur dia. Besaran BPIH DIY tahun 2012 yang masuk dalam  embarkasi Solo sebesar USD 3.617 . 

Dia mengungkapkan setiap tahun DIY mendapat kuota haji sebanyak 3068 orang. Sehingga sekarang jumlah pendaftar untuk menunaikan ibadah haji di DIY sudah sekitar 39.884 orang.  Tahun lalu DIY tidak ada tambahan kuota, sedangkan tahun 2011 DIY mendapat tambahan kuota haji sebanyak 248 orang.

''Untuk tahun ini kami belum tahu apakah DIY mendapat tambahan kuota atau tdak. Kaena menunggu hasil diskusi dari DPR RI. Kalau Indonesia mendapat tambahan kuota haji maka DIY baru mengajukan tambahan kuota,''tutur dia.

Sementara itu Gubernur DIY Sultan dalam sambutan tertulis  yang dibacakan Wakil Gubernur DIY Paku Alam IX pada  Peringatan Maulid Nabi yang mengatakan  Esensi dari Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sesungguhnya adalah untuk meneladani setiap pikiran, ucapan dan tindakan Rasulullah. Sehingga buah pikiran yang cerdas dan jernih, ucapan yang santun dan lembut, serta tindakan yang arif dan bijaksana patut diteladani.

''Perilaku  akhlak mulia akhlakul kharimah yang mampu menebarkan rahmatan  lil’alamin, rahmat bagi semesta alam sekaligus memberikan tauladan kepada kita semua  untuk membangun tatanan kehidupan bernegara yang adil dan sejahtera,''kata Sultan.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kali ini ceramah yang disampaikan oleh  KH.Khosim Ali Musthofa dari Bimbingan Mental (Bintal) Rindam IX Diponegoro Magelang.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA