Pedagang di Asrama Haji Donohudan Keluhkan Sepinya Pembeli
Kamis , 26 Jul 2018, 09:45 WIB

Antara/Aloysius Jarot Nugroho
Pekerja mendirikan tiang di Asrama Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah.

IHRAM.CO.ID, BOYOLALI -- Sejumlah pedagang kali lima yang menjual berbagai makanan khas di Pasar Tiban kawasan luar Asrama Haji Donohudan Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah, pada musim penyelenggaraan ibadah haji mengeluhkan sepinya pengunjung. Salah satu pedagang musiman di Asrama Haji Donohudan Boyolali, Wito Sumarto (61 tahun), mengatakan pengunjung terutama pengantar menurun dratis dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Bahkan, masyarakat dari daerah asal calon haji yang mengantar hingga ke asrama haji Boyolali tidak sebanyak pada penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya. Menurut Wito, dengan menurunnya pengunjung di pasar musiman tersebut, tentunya menyebabkan omzet penjualan dagangannya menurun hingga 50 persen.

Wito yang berasal dari Kulon Progo, Yogyakarta ini berjualan makanan khas untuk oleh-oleh pengantar calon haji. Dia sudah berjualan sejak pertama penyelenggaraan ibadah haji di Embarkasi Surakarta ini.  

Makanan khas yang dijajakan antara lain jenang dodol yang dijual Rp 35 ribu per kilogram, geplak Rp 40 ribu/kg, ampyang dari kacang tanah Rp 10 ribu per bungkus, intip goreng Rp 15 ribu/bungkus,  rasikan Rp 10 ribu/bungkus, dan jenis makanan lainnya.

Menurut dia, biasanya pengunjung ramai saat kedatangan jamaah calon haji asal pantai utara di Jateng antara lain Brebes, Rembang, Pekalongan, Blora,  Demak, dan Kendal. Calon haji dari daerah itu, banyak masyarakatnya yang mengantar sampai ke asrama haji sehingga mereka juga mampir di pedagang kaki lima yang menjual makanan untuk oleh-oleh pulang ke kampungnya.

"Omzet penjualan makanan oleh-oleh ini bisa lebih dari Rp 2 juta per hari, jika calon haji datang dari daerah Pantura," katanya, Kamis (26/7).

Namun, kata dia,  pengantar calon haji sekarang sudah makin berkurang sejak adanya imbauan kepada masyarakat untuk mengantarkan hanya sampai di daerahnya masing-masing. Menurut dia, jika sedang sepi, mencari omzet Rp 200 ribu per hari buka sampai petang saja tidak dapat.

Hal serupa juga dirasakan pedagang lain, Salinah (50) yang menjajakan makanan oleh-oleh para pengantar calon haji di Asrama Donohudan.  Pembeli yang sebagian besar pengantar calon haji penyelenggaraan tahun ini makin sepi.

"Namun, untuk mendapat untung, masih bisa meski tidak seramai pada musim tahun lalu," kata Salinah yang mengaku rombongannya ada sebanyak 10 orang dari puluhan pedagang berasal dari Kulon Progo.

Meskipun pengunjung di pasar musiman haji makin sepi, tetapi para pedagang tetap bertahan hingga September mendatang. Kepala Subag Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surakarta, Afief Mundzir saat dikonfirmasi membenarkan berkurangnya jumlah pengantar calon haji Embarkasi Surakarta 2018.

Menurut Afief, jumlah pengantar calon haji ke Asrama Haji Donohudan Boyolali pada penyelenggaraan tahun ini, kelihatan berkurang dratis dibanding tahun-tahun sebelumnya. Masyarakat juga sudah makin sadar jika mengantar sanak-saudara atau tetangga yang akan berangkat haji tidak perlu hingga asrama.       

"Mereka cukup mengantar sampai daerahnya masing-masing yang terpenting memberikan doa untuk keselamatan hingga pulang menjadi haji mabrur," kata Afief.

Redaktur : Ani Nursalikah
Sumber : Antara

BERITA LAINNYA