Jamaah Diimbau Segera Konsumsi Makanan Katering
Ahad , 05 Agu 2018, 06:08 WIB

Republika/Fitriyan Zamzami
Jamaah asal Kudus menyantap paket katering dalam perjalanan ke Makkah, Rabu (2/8). Sebanyak 7.000 hingga 9.000 paket disiapkan perhari guna melayani jamaah haji Indonesia di Bandara King Abdulaziz, Jeddah.

IHRAM.CO.ID, MAKKAH -- Jamaah haji diimbau segera mengonsumsi makanan katering setelah dibagikan. Dalam kondisi hangat, makanan masih terasa baru dimasak dan tidak rusak.

“Jangan disimpan atau didiamkan, karena suhu panas di sini yang bisa mencapai 50 derajat celsius membuat makanan cepat rusak,” kata Kepala Bidang Katering Panitia Penyelenggara Haji Arab Saudi Ahmad Abdullah, di Syisyah pada Sabtu (4/8) malam.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kebanyakan jamaah haji berangkat menuju Masjid al-Haram pada sore hari ketimbang mengonsumsi makanan katering yang sudah dibagikan. Mereka mengejar kesempatan Shalat Maghrib berjamaah di al-Haram yang kini semakin padat. Jamaah baru kembali ke pemondokan setelah shalat Isya berjamaah selesai, sekitar pukul 22.00 waktu setempat.

Suhu udara pada pagi hari sekitar 30 derajat celsius. Pada siang hari meningkat menjadi 45 hingga 50 derajat. Sedangkan, pada malam hari panas kembali turun seperti pada pagi hari.

Tingkat kelembaban di Arab Saudi sangat rendah, hanya sekitar 20 sampai 30 persen. Jauh berbeda dengan di Tanah Air yang mencapai 60 persen. Kondisi ini disinyalir menjadi penyebab makanan tak bertahan lama dan cepat rusak.

“Kami mohon dapat segera dikonsumsi demi kesehatan jamaah. Asupan gizi harus dijaga sehingga jamaah tetap sehat dan dapat melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji,” jelas Abdullah.

Redaktur : Endro Yuwanto
Reporter : Erdy Nasrul

BERITA LAINNYA