Layanan Terjemahan di Masjid Al-Haram akan Diperluas
Senin , 08 Apr 2019, 10:13 WIB

Republika/Nasih Nasrullah
Isyarat-isyarat di Masjid al-Haram tidak Ada yang berbahasa Indonesia. Hanya ada bahasa Arab, Inggris, dan Urdu. Ini menjadi salah satu faktor rawannya jamaah haji Indonesia tersesat. Pemerintah memaksimalkan Sekto Khusus Masjid al-Haram mengantisipasi ini.

IHRAM.CO.ID, MAKKAH – Presidensi Umum untuk Dua Masjid Suci akan memperluas layanan terjemahan di Masjid al-Haram di Makkah, Arab Saudi. Melalui Departemen Umum untuk Urusan Bimbingan dan Departemen Bahasa dan Terjemahan, otoritas tersebut menyediakan peralatan modern dan teknologi rekayasa suara untuk menyiarkan pesan melalui frekuensi radio dari studionya. 

Baca Juga:

Dilansir dari Saudi Gazette, Senin (8/4), frekuensi tersebut akan mencakup semua area Masjid al-Haram. Departemen tersebut juga menerjemahkan khutbah Jumat dan Idul Fitri dalam berbagai bahasa bagi para pengunjung dan jamaah umrah. Selain itu, interpretasi dari surah al-Kahfi juga disiarkan dalam banyak bahasa setiap Jumat pagi.  

Kepala Departemen Bahasa dan Terjemahan di Masjid al-Haram, Ahmad Al-Humaidi, mengatakan kepresidenan telah menyiarkan dalam sejumlah bahasa, termasuk bahasa Inggris, Persia, Indonesia, Prancis, dan Urdu. 

Selain itu, otoritas juga membentuk komite linguistik khusus dan staf teknis, insinyur dan staf administratif, yang bertugas memantau konten untuk memastikan akurasi. Konten tersebut kemudian diarsipkan dan diterbitkan dalam publikasi kepresidenan. 

Al-Humaidi mengatakan, arah dari kepala kepresidenan, Syekh Abdul Rahman al-Sudais, itu bertujuan untuk mengembangkan bahasa dan terjemahan di masjid-masjid suci dan meningkatkan jumlah bahasa menjadi 10.

Dia menjelaskan, bahwa frekuensi radio di dalam koridor Masjid al-Haram dan daerah sekitarnya disalurkan melalui titik distribusi. Staf Departemen Bahasa dan Terjemahan berada di lapangan. 

Mereka akan membimbing pengunjung tentang cara menggunakan perangkat dalam frekuensi bahasa yang diinginkan, atau melalui situs web Presidensi Umum. 

 

 

Redaktur : Nashih Nashrullah
Reporter : Kiki Sakinah

BERITA LAINNYA