Perkuat P3, Puskes Gelar Konsolidasi Petugas Kesehatan
Ahad , 14 Apr 2019, 16:08 WIB

Republika/Mahmud Muhyidin
Kepala Pusat Kesehatan Haji Eka Jusup Singka berpose disela-sela saat wawancara di Gedung Kemenkes, Jakarta, Rabu (17/10).

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Pusat Kesehatan Haji (Puskes) Kementerian Kesehatan menggelar konsolidasi panitia penyelenggaraan ibadah haji (PPIH). Hal itu bertujuan mewujudkan sinergi di antara petugas yang melakukan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan (P3) terhadap seluruh jamaah haji.

Baca Juga:

Menurut Kepala Pusat Kesehatan Haji (Kapuskes) dr Eka Jusup Singka, PPIH Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dibagi menjadi tiga, yakni tim promotif prepentif (TPP), tim gerak cepat (TGC), tim kuratif rehabilitatif (TKR).

"Sebanyak 22 TPP ini akan bekerja maksimal menyentuh seluruh kloter. Jadi 507 kloter akan didatangi oleh tim ini," kata dr Eka Jusup Singka kepada Ihram.co.id, Sabtu (13/4).

Eka mengatakan, TGC yang berjumlah 70 orang petugas akan bekerja pada semua sektor, termasuk Armina. Adapun TKR yang berjumlah 180 orang petugas akan bekerja di Makkah, Madinah dan bandara dalam menyambut para tamu Allah.

"Sisanya tim manajerial dan asistensi pengawasan," ujar dr Eka.

Dia menuturkan, konsolidasi pertama dilakukan TPP sejak Jumat (12/4) hingga Ahad (14/4). Kegiatan yang sama akan dilanjutkan TGC dan TKR pada Ahad (14/4) hingga Selasa (16/4).

Tujuan kegiatan ini antara lain memberikan pemahaman kepada petugas tentang bagaimana menyampaikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan secara prima terhadap seluruh jamaah haji. "TPP hari ini (Sabtu) mengadakan konsolidasi yang pertama. Tujuannya adalah bagaimana mengimplementasikan pembinaan kesehatan," ucap Eka.

Dia menjelaskan, dalam penyelenggaraan ibadah haji yang digelar setiap tahun ini, Kemenkes memiliki tiga prinsip dalam bekerja sebagai PPIH. Tiga prinsip itu pelayanan, pembinaan dan perlindungan kepada jamaah.

"Jadikan kita sepakati ada pembinaan pelayanan dan perlindungan. Itu tiga prinsip dalam penyelenggaraan ibadah haji yang dilakukan kesehatan," katanya.

Dengan demikian untuk mengimplementasikan pembinaan kesehatan maka diperlukan TPP. Sementara untuk mengimlementasikan pelayanan ada TKR. Dan untuk mengimplementasi perlindungan ada TGC. "Nantinya tim ini akan berangkat duluan bulan Juli sekitar tanggal dua dan tiga," katanya.

Redaktur : Hasanul Rizqa
Reporter : Ali Yusuf

BERITA LAINNYA