Menjadi Miliaran Kunang-Kunang yang Bermandi Cahaya Illahi di Arafah

Ahad , 11 Sep 2016, 08:49 WIB Redaktur : Muhammad Subarkah
 Ribuan umat Islam menyemuti Jabal Rahmah di Padang Arafah, Makkah, Senin (14/10).  (Republika/Yogi Ardhi)
Foto :
Ribuan umat Islam menyemuti Jabal Rahmah di Padang Arafah, Makkah, Senin (14/10). (Republika/Yogi Ardhi)

Pada malam menjelang wukuf, suasana Arafah selain hingar bingar, juga bermandi cahaya. Kalau ada jamaah yang sempat naik ke atas bukit maka akan terlihat pemandangan ‘lautan kerlipan api’ yang menyembul di baik hamparan ribuan tenda. Layaknya gemerlap jutaan kunang-kunang yang mengapung terbang di udara.

 

Pada waktu malam itu, di antara doa, untaian kalimat zikir, talbiyah, hingga suara tadarus Alquran yang berasal dari para penghuni tenda, suara sirene ambulans juga membahana menyesaki udara. Tak hanya satu dua atau beberapa saat saja, tapi suara itu terdengar nyaring di sepanjang waktu hingga usainya rangkaian ibadah wukuf.

"Yang saya rasa, maut terasa dekat. Setetak dan sejengkal dari urat nadi di leher," begitu kata Sutarji Calcoum Bachri, penyair terkemuka saat menceritakan pengalamannya ketika wukuf di Arafah.

Memang, pada saat itu, bila dipadankan dengan sebuah peristiwa, suasana wukuf di Arafah layaknya sebuah pentas ‘Teater Raksasa’. Bedanya bila para pelaku dalam pertunjukan teater itu diperankan oleh para aktor atau orang lain, maka pada wukuf di Arafah pelakunya adalah jamaah haji itu sendiri. Selain sama niatnya, kostumnya pun sudah seragam, yakni kain putih yang tidak berjahit. Sedangkan naskah pertunjukannya bukan skenario biasa, tapi kalimat takbir, tahmid, zikir, tawa’ud, talbiyah, hingga alunan suara pembacaan ayat Alquran.

"Sebuah teater akbar. Luar biasa!," begitu kata seniman dan aktivis sosial, Ratna Sarumpaet, ketika ditemui beberapa hari seusai pelaksanaan ibadah wukuf di Armina, beberapa tahun silam.

Ratna mengaku ingin kembali merasakan momentum luar biasa ketika melakukan rangkaian ibadah haji di kawasan Arafah, Mudzalifah, dan Mina.

 
Monday, 18 Zulhijjah 1440 / 19 August 2019
IMSAK SUBUH ZUHUR ASAR MAGRIB ISYA
04:32 WIB 04:42 WIB 11:58 WIB 15:19 WIB 17:56 WIB 19:07 WIB