Indonesia-Arab Saudi Sepakati Penerbangan tak Terbatas
Kamis , 09 Mar 2017, 09:04 WIB

Republika/Edwin Dwi Putranto
Selama penerbangan jamaah haji dan umrah disarankan untuk banyak bergerak dan melakukan peregangan demi menghindari dampak negatif terbang terlalu lama.

IHRAM.CO.ID,  JAKARTA — Pemerintah Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi menyepakati penerbangan dengan frekuensi tak terbatas antarkedua negara.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso dalam bincang-bincang di Jakarta, Rabu (8/3), mengatakan bahwa penerbangan tanpa batas tersebut akan dilakukan di empat bandara di Arab Saudi dan lima di Indonesia.

"Tindak lanjut pertemuan dengan Raja Salman, salah satunya penerbangan di lima bandara di sini dan empat di sana, dulunya terbatas sekarang unlimited," katanya.

Dalam kesempatan sama, Direktur Angkutan Udara Maryati Karma mengatakan lima bandara yang melayani penerbangan dari Arab Saudi dengan jumlah yang tak terbatas tersebut, di antaranya Bandara Kualanamu-Medan, Bandara Sultan Hasanuddin-Makassar, Bandara Juanda-Surabaya, Bandara Ngurah Rai-Denpasar dan Bandara Soekarno-Hatta Jakarta.

Sementata itu, kata dia, empat kota di Arab Saudi, di antaranya Madinah, Damam, Riyadh, dan Thaif.  "Untuk yang Thaif ini frekuensinya tujuh kali seminggu," katanya.

Dia mengatakan, jangka waktu kerja sama tersebur sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan. Sedangkan penerbangan tersebut pun sudah dimulai sejak 27 Januari 2017

"Sampai ada perubahan lagi, bebas sampai kapan dan di mana aja, kalau memang masih sesuai jalan saja terus," katanya. Maryati menuturkan maskapai Indonesia yang sudah menerbangi Arab Saudi, terutama untuk layanan haji atau umroh, di antaranya Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Arab Saudi, Citilink, dan Lion Air.

Menurut dia, selama ini  kerja sama antara Indonesia dan hanya Arab Saudi dibatasi hanya 35 penerbangan setiap minggunya. Namun, kini telah ditambah tiga bandara yang bisa melayani penerbangan ke Arab Saudi tersebut, di antaranya Palembang, Solo, dan Balikpapan. "Tapi itu tidak unlimited, hanya tujuh kali seminggu," katanya.

Kerja sama resiprokal tersebut harus dilakukan karena kedua sisi memiliki potensi, ndonesia memiliki pasar, yaitu jamaah, sementara Arab Saudi memiliki destinasi, yakni Mekah dan Madinah.

Nota kesepahaman yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Arab Saudi tersebut dilakukan saat kunjungan kenegaraan Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud pada 1-9 Maret 2017. Raja Salman juga sepakat untuk menambah kuota haji, yaitu 10 ribu kursi untuk 2017.

Redaktur : Muhammad Subarkah
Sumber : antara

BERITA LAINNYA