Panggilan Darurat Saudi Sediakan Bahasa Indonesia
Senin , 23 Jul 2018, 13:21 WIB

AP/ Khalil Hamra
Polisi Arab Saudi mengendalikan lalu lintas kedatangan para jamaah haji di Arafah, Makkah, Arab Saudi.

IHRAM.CO.ID, MADINAH -- Panggilan darurat Arab Saudi di nomor 911 menyediakan operator dengan 17 bahasa, termasuk bahasa Indonesia-Melayu. Hal tersebut diketahui saat Kepala Pusat Operasi Keamanan 911 Arab Saudi, Waleed Sami' Abu Shanab, mengajak sejumlah wartawan dari enam negara berkeliling di kantor pusat yang berlokasi di Makkah tersebut, baru-baru ini.

Selain bahasa Indonesia-Melayu, panggilan darurat bagi masyarakat juga dilayani dalam bahasa Inggris, Prancis, Jepang, dan Urdu oleh operator perempuan dan laki-laki. Jumlah bahasa yang digunakan dalam menerima panggilan darurat dari masyarakat akan terus bertambah sesuai dengan kebutuhan.

Setiap hari Kantor Pusat Operasi Keamanan tersebut menerima sekitar 45 ribu panggilan darurat dari masyarakat, misalnya ketika terjadi kecelakaan lalu lintas. Sedangkan selama musim haji, Kantor Pusat Kemanan 911 di Makkah menerima sekitar 60 ribu-80 ribu panggilan darurat yang berasal dari jamaah haji.

Menyambut Musim Haji 1439 Hijriyah (2018), Pusat Operasi Keamanan tersebut menyediakan satu ruangan khusus bernama Ruang Operasi Haji (Operation Room for Hajj) guna memantau kondisi jamaah haji yang berjumlah lebih dari tiga juta jiwa itu. Di ruangan khusus tersebut terdapat sejumlah layar monitor yang menampilkan gambar yang ditangkap dari setiap titik di Kota Makkah. Hampir tak ada satu pun tempat di kota suci umat Islam tersebut yang luput dari pantauan kamera keamanan.

Mendekati bulan haji tahun ini, semua menteri yang bertanggung jawab atas pelaksanaan haji, seperti Menteri Dalam Negeri, Menteri Haji dan Umrah, dan Menteri Keamanan, akan berkumpul di ruangan khusus tersebut, guna melakukan koordinasi internal mengenai aktivitas haji. Pemantauan yang dilakukan di Kantor Pusat Keamanan tersebut menggunakan smart system dan terintegrasi dengan Pusat Manajemen Keramaian (Crowd Management) yang ada di Masjid al Haram, Makkah.

Dengan demikian, seluruh pemantauan terhadap aktivitas haji dan kondisi jamaah haji dapat dijalankan dengan akurat, sedangkan penanganan kondisi darurat dapat dilakukan dengan segera. Pusat Operasi Keamanan tersebut juga memiliki pusat media dan ruang pertemuan untuk para editor yang juga tersedia dalam berbagai bahasa, termasuk Indonesia-Melayu.

Redaktur : Ani Nursalikah
Sumber : Antara

BERITA LAINNYA