Pentingnya Alat Pelindung Diri
Rabu , 08 Aug 2018, 13:41 WIB

Republika/ Amin Madani
Calon jamaah haji dianjurkan untuk senantiasa mengenakan masker saat berada di ruang terbuka selama di tanah suci. Untuk mengurangi resiko terkena penyakit menular lewat udara.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA — Sugiyono, salah satu Ketua Rombongan dari Kloter JKG 32 mengungkapkan terima kasihnya kepada tim kesehatan yang melakukan penyuluhan. Ia dan teman-temannya merasakan manfaat dari penyuluhan ini sejak di Madinah. Pesannya sederhana dan mudah dilaksanakan.

“Materi penyuluhan mudah dipahami dan mudah dilakukan. Mudah-mudahan bisa dilaksanakan oleh jamaah dengan sebaik-baiknya sehingga kita menjadi haji yang sehat dan mabrur mabruroh. Terima kasih atas penyuluhan yang sudah disampaikan. Insya Allah bermanfaat bagi kami apa yang disampaikan oleh para penyuluh ini,” kata Sugiyono.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Eka Jusuf Singka menyambut baik tanggapan jamaah ini dan meminta semua pihak untuk menyukseskan kesehatan haji. 

"Saya menyambut baik feedback dari jamaah haji terhadap upaya Kemenkes dalam meningkatkan penyuluhan sebagai promotif preventif. Saya meminta agar berbagai pihak dapat terlibat dalam mensukseskan program kesehatan haji. Sehingga slogan haji sehat haji mabrur benar dilaksanakan oleh jamaah untuk jamaah," tegas Eka.

Menurut Eka, tujuan penyuluhan bukan saja untuk meningkatkan pengetahuan jamaah terhadap kesehatan. Tetapi juga mengajak jamaah sebagai subyek pelaksana kesehatan di setiap regunya masing-masing.

Pagi ini dr. Linda Sunarsih dari Tim Promotif Preventif (TPP) memberikan penyuluhan tentang pentingnya jamaah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Sebelum menyuluh, dilakukan bina suasana agar jamaah lebih santai dan siap menerima materi. Antar jamaah diajak saling memijat temanya. Setiap pijatan diiringi dengan dzikir kepada Allah SWT, dilanjutkan dengan meneriakkan yel yel “jamaah Haji Indonesia, Haji Sehat, Haji Mabrur”.

Mengawali penyuluhan, Linda menanyakan kepada jamaah berapa waktu yang dibutuhkan untuk pergi ke Tanah Suci, Ada yang menjawab 5 tahun dan 8 tahun.

“Nah, Bapak Ibu sudah lama menanti-nanti sampai ke Tanah Suci. Ingin melihat Ka’bah, ingin sholat di Nabawi. Tapi keinginan ini tidak bisa dipenuhi karena kita sakit. Maka jaga terus kesehatannya ya Bapak Ibu. Insyaa Allah ibadah kita mantap dan menjadi haji mabrur,” ucap Linda diamini oleh lebih dari 300 jamaah di Sektor 3 Makkah.

Menurut Linda, pemerintah sudah memberikan APD baik sejak di embarkasi maupun di Tanah Suci. Untuk itu, jamaah diimbau untuk menggunakannya. “Mohon dipakai ya Bapak ibu, jangan disimpan untuk oleh-oleh. APD ini Insyaa Allah dapat membantu kita terhindar dari masalah kesehatan yang biasa dialami oleh jamaah haji,” ungkapnya.

Kemenkes menyiapkan 20.400 sendal, masker dan semprotan air sebagai APD yang dapat diberikan situasional. Misalnya bila masker jamaah habis, semprotan airnya rusak atau sendalnya hilang, jamaah bisa mendapatkknaya melalui Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (THKI) di tiap Kloter. “Bila ada semprotan yang rusak atau sendalnya hilang, jamaah bisa bilang ke TKHI. Nanti kami siapkan,” terang Linda.

Linda mengingatkan pula supaya jamaah banyak minum agar terhindar dari dehidrasi. Bila sudah dehidrasi, badan jadi lemah dan bisa menyebabkan pingsan. Selain menganjurkan minum, jamaah juga diajarkan membuat cairan elektrolit dengan menggunakan oralit yang sudah diberikan di embarkasi.

“Campurkan setengah bungkus oralit dengan 600 mililiter air minum. Boleh diminum saat menjelang Armina nanti. jamaah akan lebih segar, karena cairan elektrolit ini lebih lama tersimpan di badan kita,” terang Linda.  

Pada kesempatan tersebut, jamaah juga diinformasikan tentang penularan Mers-CoV yang sampai saat ini belum ada vaksinnya. “Mohon Bapak Ibu tidak selfie-selfi dengan unta. Kalau mau lihat, dari jauh saja. Unta merupakan salah satu hewan yang dikatakan dapat menularkan Mers-CoV,” pesannya.

 

Redaktur : Agung Sasongko

BERITA LAINNYA