Kemenag Lebak Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan Umrah
Kamis , 24 Jan 2019, 20:00 WIB

Republika/Heri Ruslan
Ilustrasi Jamaah Umrah

IHRAM.CO.ID, LEBAK -- Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebak, Banten mengimbau masyarakat mewaspadai penipuan ibadah umrah dengan menawarkan biaya Rp 25 juta per orang. Kepala Seksi Haji dan Umrah Kementerian Agama Kabupaten Lebak H Ucok Hakim, di Lebak, Kamis (24/1) mengatakan masyarakat jika hendak berangkat ibadah umrah sebaiknya waspada dan hati-hati guna menghindari korban penipuan.

Baca Juga:

Kemenag Lebak juga siap melayani masyarakat yang hendak melaksanakan ibadah umrah, agar terhindar dari korban penipuan. Selain itu, masyarakat harus mengetahui bagaimana cara pendaftaran, pemberangkatan, penginapan hingga kepulangan ke Tanah Air.

Biaya pemberangkatan umrah yang resmi melalui perusahaan travel Rp 25 juta per orang. Saat ini, kata dia, jumlah biro pemberangkatan umrah dan haji tercatat 25 perusahaan yang sudah tidak memiliki izin dari Menteri Agama.

Sebanyak 25 perusahaan tersebar di berbagai daerah di Tanah Air, di antaranya perusahaan travel PT Mediaterina Travel (Jakarta Selatan), PT Mustaqbal Lima, Cirebon, PT Ronaltiya, Jakarta Selatan, PT Kopindo Wisata (Jakarta Selatan), PT Hikmah Sakti (Jakarta Selatan), dan PT Sakti Perdana (Jakarta Timur), dan PT Daya Utama, Batam. Kemenag Lebak mengingatkan masyarakat agar tidak mendaftar ibadah umrah ke perusahaan yang sudah dicabut izinnya.

"Kami minta masyarakat mendaftar umrah ke perusahaan yang mengantongi izin dari Menteri Agama," katanya menegaskan.

Menurut dia, saat ini perusahaan travel umrah di Kabupaten Lebak yang sudah mengantongi izin dari Kementerian Agama, antara lain KBIH Marifat Kecamatan Rangkasbitung, KBIH Bani Matin Kecamatan Rangkasbitung an KBIH Arabiyah Kecamatan Cipanas. Masyarakat lebih baik untuk melaksanakan ibadah umrah ke KBIH yang mengantongi perizinan yang sah.

"Kami minta warga Lebak agar waspada melaksanakan ibadah umrah, apalagi ada penawaran diskon sehingga bisa menjadi korban penipuan," katanya pula.

Redaktur : Andi Nur Aminah
Sumber : Antara

BERITA LAINNYA