Tiga Teknologi Penyelenggaraan Haji
Ahad , 03 Mar 2019, 20:08 WIB

AP/Hassan Ammar
Haji

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Penyelenggaraan haji selalu diwarnai dengan inovasi yang tak terpikirkan. Ada saja pembaruan yang terlihat pada infrastruktur situs suci, sehingga lebih memudahkan umat Islam melaksanakan rukun Islam kelima.

Contohnya adalah penutupan sumur zamzam di dekat Ka'bah. Semula jamaah haji bisa mencapai sana dan menimba langsung air zamzam. Namun, kini sumur tersebut dikelola secara profesional.

Area masjid suci juga semakin diperluas, mulai dari pintu King Fahd, King Abdullah, dan yang terakhir adalah King Salman. Bangunan yang terakhir adalah perluasan yang luar biasa. Di dalamnya terdapat toilet dan tempat wudhu yang didesain dengan teknologi mutakhir.

Nyaman untuk jamaah lanjut usia dan juga muda. Tak hanya itu. Masih ada sejumlah inovasi penyelenggaraan haji yang diproyeksikan oleh Kerajaan Arab Saudi. Berikut ulasannya

Teknologi Haji

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah merilis sebuah video yang memberikan gambaran bagaimana teknologi akan mengubah cara masyarakat melakukan haji dan umrah pada 2030.

Video itu menunjukkan bahwa di masa depan, setiap orang yang pergi haji atau umrah akan diberikan kartu identitas digital bersama dengan gelang elektronik dan lubang suara. Cukup dengan menggesek kartu identitas di bandara jamaah akan terdaftar di Bea Cukai dan imigrasi.

Peziarah juga akan dapat menggunakan kartu tersebut untuk menum - pangi kereta berteknologi tinggi yang mengantarkan mereka dari Makkah ke Madinah atau sebaliknya. Juga bisa untuk menum - pangi bus dan memesan kamar hotel. ¦

Teknologi Komunikasi

Ketika jutaan orang mencapai Arab Saudi selama musim haji, salah satu tantangan terbesar adalah mempertahankan komunikasi yang efektif. Karena banyak jamaah tidak dapat memahami bahasa apa pun selain bahasa ibu mereka.

Di situlah earpiece berguna. Alat ini akan menerjemahkan percakapan jamaah secara langsung, sehingga memudahkan para peziarah dan penyelenggara di lapangan untuk berkomunikasi.

Lubang suara dan gelang yang terhubung secara digital juga akan membantu para peziarah mengingat - kan mereka apa doa yang harus dibaca atau berapa kali mereka telah mengelilingi Ka'bah selama thawaf.

Memudahkan Pencarian Orang

Teknologi tadi juga akan memudahkan para petugas untuk mencari jamaah yang hilang. Dengan gelang misalkan, penyelenggara haji baik dari Kerajaan Saudi atau petugas dari masingmasing negara asal jamaah dapat cepat mendeteksi keberadaan jamaah hilang. Kemudian langsung mencarinya.

Jamaah juga bisa dengan mudah mencapai tempat- tempat yang diinginkan, sehingga mereka tidak tersesat. Namun, inovasi semacam ini membutuhkan sosialisasi yang masif.

Redaktur : Agung Sasongko
Reporter : Erdy Nasrul

BERITA LAINNYA