Kemenag Siapkan Antisipasi Saat Perekaman Biometrik
Selasa , 12 Mar 2019, 14:14 WIB

Republika/Muhammad Ikhwanuddin
Jamaah Umrah sedang menunggu antrean rekam biometrik di salah satu cabang VFS Tasheel, Blok M, Jakarta Selatan. Jumat (25/1).

IHRAM.CO.ID,JAKARTA — Kasubdit Dokumen Haji Direktorat Pelayanan Haji Dalam Negeri Nasrullah Jassman mengatakan telah menyampaikan masalah-masalah yang terjadi pada saat perekaman data biometrik kepada VFS Tasheel. Tujuannya agar kendala-kendala yang dialami oleh jamaah umroh tidak terjadi kepada calon jamaah haji.

Baca Juga:

“Kami sudah melakukan beberapa kali pertemuan, sudah kami sampaikan apa-apa yang menjadi keluhan,” kata Nasrullah dalam sambungan telepon dengan Republika, Selasa (12/3).

Ia mengungkapkan, dalam pelaksanaannya di lapangan tentu tidak lepas dari adanya gangguan. Apalagi perekaman biometrik terangnya, merupakan persyaratan pertama kali yang diberlakukan bagi jamaah haji Indonesia. 

“Karena pertama kali pasti ada kendala cuma sudah saya minta bahwa untuk menginventalisir ada kantor ente (Tasheel) yang sudah tidak layak atau jamaah sampai menunggu lama atau ada alat-alat yang rusak, tolong jangan sampai terjadi pada saat jamaah haji melakukan perekaman biometrik,” ungkap Nasrullah 

Kenapa sambungnya, karena banyak jamaah-jamaah haji Indonesia adalah orang-orang tua. Sehingga dia tidak ingin, ada jamaah yang justru jatuh sakit dalam proses perekaman biometrik tersebut.

“Jadi kami memang sudah menginventalisir kendala-kendala yang terjadi dalam perekaman data biometrik umroh supaya kita bisa antisipasi untuk perekaman biometrik jamaah haji, itu sudah kami sampaikan semua,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Arab Saudi juga menetapkan persyaratan rekam biometrik untuk pembuatan visa jemaah haji. Serta menjadikan VFS Tasheel sebagai pihak ketiga yang melakukan pelayanan perekaman data biometrik. 

Sayangnya banyak sekali masalah yang terjadi pada saat jamaah umroh melakukan perekaman biometrik. Pasalnya belum banyak kantor VFS Tasheel di Indonesia ditambah lagi dengan letak geografis Indonesia yang menyulitkan bagi calon jemaah yang berada di pelosok desa.

Redaktur : Agung Sasongko
Reporter : Mabruroh

BERITA LAINNYA