Dinkes DKI Jakarta Gelar Persiapan untuk Petugas Haji
Senin , 22 Apr 2019, 17:54 WIB

Antara/Aprillio Akbar
(Ilustrasi) Jamaah calon haji kelompok terbang (kloter) 1 embarkasi haji Jakarta-Pondok Gede menunggu proses administrasi dan pemeriksaan kesehatan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin (16/7).

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta menggelar acara pelatihan untuk para petugas kesehatan haji. Acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mereka tentang apa-apa yang mesti dipersiapkan sebelum menjalankan tugas melayani jamaah haji.

Baca Juga:

Pengelola Program Haji Provinsi DKI Jakarta dr Arif Puriwiadi mengatakan, provinsi tersebut memiliki petugas tenaga kesehatan haji Indonesia (TKHI) sebanyak 60 orang. Kemudian, jumlah tenaga kesehatan haji daerah (TKHD) sebanyak 21 orang petugas. Sebelum seluruh petugas itu diberangkatkan ke Tanah Suci, Dinas Kesehatan setempat menggelar program sinkronisasi untuk mereka.

"Jadi untuk DKI (Jakarta), untuk TKHI ada 60 orang dan TKHD, 21 orang," kata dr Arif Puriwiadi kepada Ihram.co.id di kantor Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Senin (22/4).

Arif mengatakan, nantinya TKHI dan TKHD itu akan dibagi ke dalam kelompok terbang (kloter). Seperti tahun-tahun sebelumnya, DKI Jakarta memiliki 21 kloter jamaah haji yang diberangkatkan ke Tanah Suci.

Arif memperinci, tiga orang petugas TKIH dan satu orang petugas TKHD akan diterjunkan untuk satu kloter. Maka dari itu, total petugas kesehatan di dalam suatu kloter ialah empat orang. Menurut jadwal, TKHI dan TKHD akan mulai bekerja pada saat kloter pertama diberangkatkan.

"Jadi pada 6 Juli, kloter pertama masuk embarkasi," katanya.

Arif mengaku belum bisa menyampaikan Provinsi DKI Jakarta masuk kedalam kloter berapa. Karena sampai saat ini Kementerian Agama (Kemenag) yang memiliki kewenangan menentukan kloter belum mengumumkannya.

"Kita masih menunggu dari Kemeng dan belum keluar undian dari kloter berapa berapanya tapi kloter pertama itu berangkat 6 Juli nanti," katanya.

Arif menuturkan, pendistribusian jumlah tenaga kesehatan di dalam masing-masing kloter. Karena pormasi petugas kesehatan di masing-masing kloter tidak sama.

"Dokternya minimal satu, tapi perawatnya bisa tiga atau bisa dua dokter dua perawat intinya dari TKHD itu cuman satu posisinya ya itu bisa dokter bisa perawat jadi melihat sebaran petugasnya," katanya.

Redaktur : Hasanul Rizqa
Reporter : Ali Yusuf

BERITA LAINNYA