Jamaah Termuda 17 Tahun, Tertua 105 Tahun
Rabu , 24 Apr 2019, 20:39 WIB

Foto: Dokumentasi MCH
Direktur Jenderal Haji dan Umrah Kemenag, Nizar Ali saat memberi pembekalan kepada 1108 petugas haji Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede, Rabu (24/4).

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan jumlah jamaah haji Indonesia Tahun 2019. Dan dari rencana 231 ribu jamaah, sekitar 75 persen berusia lanjut.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Haji dan Umrah Kemenag, Nizar Ali saat memberi pembekalan kepada 1.108 petugas haji Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede, Rabu (24/4). "Usia terbanyak atau hampir 50 persen berusia antara 50-60 tahun," ujar Nizar.

Adapun untuk calon jamaah termuda pada penyelenggaraan haji tahun 2019 ini, kata Nizar, berusia 17 tahun. Sedangkan untuk jamaah tertua, lanjutnya, berusia 105 tahun. 

Jamaah haji termuda itu adalah bernama Putri, dari Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. "Dia sudah menikah," lanjutnya.

Sementara itu, jamaah haji tertua berasal dari Kabupaten Fakfak, Papua Barat, bernama Rahma Alhasin.

Nizar mengatakan, pihaknya akan menyiapkan petugas khusus untuk menemani dan melayani jamaah haji tertua ini. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, ungkapnya, jamaah haji tertua kerap mendapatkan perlakuan istimewa dari Pemerintah Arab Saudi. Seperti transportasi penjemputan secara khusus, pengawalan ketat, dan utamanya sering menjadi sorotan karena faktor usianya.

Nizar mengatakan, tahun 2018 lalu, jamaah haji tertua asal Indonesia, tak bisa bahasa Indonesia. Karenanya, lanjutnya, harus ada pendamping khusus untuknya, terutama memahami bahasa lokal jamaah tersebut. "Pendampingnya pastinya adalah dari Tim Pendamping Haji Daerah setempat," ungkapnya.

Redaktur : Agus Yulianto
Reporter : Syahruddin El-Fikri

BERITA LAINNYA