Enam Penyebab Jamaah Haji Mudah Sakit
Jumat , 26 Apr 2019, 00:01 WIB

Republika/Fitriyan Zamzami
Petugas kesehatan menangani jamaah yang menderita sakit di Pos Kesehatab Haji Indonesia di Arafah, Ahad (19/8). Hingga Ahad siang, sedikitnya 10 jamaah telah dirawat dan salah satunya harus dirujuk ke RS Arab Saudi.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Eka Jusup Singka mengatakan enam hal penyebab jamaah haji mudah sakit di Tanah Suci selama menjalankan rangkaian ibadah haji. Hal tersebut ia sampaikan ketika memberikan materi Pembekalan Terintegrasi Petugas Haji Arab Saudi Tahun 1440 H / 2019 M di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Kamis (25/4).

Enam hal tersebut, sebagai berikut.

  • Banyaknya orang yang berkumpul dalam jumlah besar.
  • Perjalanan panjang yang harus ditempuh jamaah haji.
  • Aktivitas fisik berat.
  • Fasilitas perjalanan yang minim dan kurang memadai.
  • Lingkungan fisik dan sosial.
  • Adanya penyakit baru yang menyerang dan eksaserbasi yang semakin berat.

"Orang naik haji di Indonesia itu dilepasnya sejak di RT, kemudian RW, kelurahan, di asrama, jadi wajar kalau mereka kelelahan fisik hingga rentan sakit," katanya.

Baca Juga:

Eka mengimbau calon jamaah haji Indonesia untuk mempersiapkan diri dengan matang dalam dua bulan ke depan menjelang keberangkatan. "Olahraga rutin, makan makanan bergizi, dan jaga agar tubuh tidak dehidrasi. Di Tanah Suci akan panas seperti tahun lalu tapi bisa diantisipasi dengan menggunakan payung dan gunakan semprotan air," katanya.

Ia menambahkan dalam beberapa waktu terakhir beberapa penyakit yang mengancam jiwa selama haji di antaranya cuci darah, retardasi mental berat (gangguan jiwa berat seperti skizofrenia dan demensia), dan beberapa penyakit berat seperti kanker stadium empat.

"Namun semua sudah diantisipasi dengan baik jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan, tim kesehatan haji Indonesia didukung petugas haji yang lain sudah diberikan bekal yang cukup untuk mengantisipasi keadaan," katanya.


BERITA LAINNYA