Keselamatan Jamaah Lebih Utama Dibandingkan Koper
Jumat , 24 Oct 2014, 11:16 WIB

Antara/ca
Jamaah haji di Kota Madinah, Arab Saudi.

Oleh: Zaky Al Hamzah

MADINAH – Sekitar 700 lebih koper milik jamaah haji Indonesia gelombang kedua dari dua kelompok penerbangan (kloter) terlambat diangkut dari Kota Makkah ke Kota Madinah.

Kepala Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daker Madinah, Nasrullah Djasam, menduga ada dua kemungkinan yang menjadi penyebabnya. Yakni, kelebihan muatan dari kapasitas maksimal 32 kg sehingga syarikah enggan membawa. Faktor kedua, jumlah truk terbatas, sehingga tak semua koper milik satu kloter bisa diangkut dalam satu waktu atau satu kali keberangkatan.

Mengenai kemungkinan soal truk, dia menilai, hal itu juga bisa terjadi. Sebab, kapasitas satu truk hanya mampu mengangkut sekitar 120 koper. Sedangkan, jumlah jamaah haji dari masing-masing kloter ada 455 orang.

"Artinya, dibutuhkan tiga truk atau tiga kali pengiriman dari Makkah ke Madinah bila jumlah truk hanya satu unit," ujarnya kepada Media Center Haji (MCH) di Kantor Misi Haji Indonesia di Madinah, Kamis (23/10).

Intinya, dari kedua kemungkinan tersebut, pihak syarikah atau perusahaan bus tidak mau berisiko membawa penumpang dan koper yang kelebihan muatan dalam satu bus. Kekhawatiran itu terkait keselamatan dan kenyamaan jamaah haji selama dalam perjalanan dari Makkah ke Madinah yang ditempuh sekitar lima-enam jam.

Untuk pemeriksaan koper-koper milik jamaah, kata Nasrullah, akan dilakukan pada H-2 sebelum take off atau keberangkatan jamaah haji ke Indonesia dengan maskapai penerbangan.

Itu pun, kata dia, petugas penimbangan Daker Madinah hanya melakukan penimbangan kelebihan muatan, bukan mendeteksi isi koper, apakah berisi air zam-zam atau tidak. "Kami tak punya alat x-ray untuk mendeteksi air zam-zam. Alat ini hanya ada di bandara," jelasnya.

Maka itu, meski sosialisasi tentang larangan membawa air zam-zam di dalam koper terus disampaikan tanpa henti, dia tetap mengkhawatirkan ada jamaah haji gelombang kedua yang memasukkan air zam-zama di dalam koper dan tersangkut masalah di bagian imigrasi Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, atau Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah.

Untuk itu, pihaknya terus mengkampanyekan kepada sekitar 77 ribu jamaah haji Indonesia gelombang kedua agar tak memasukkan air zam-zam di dalam koper.


BERITA LAINNYA