Tiba di Madinah, Jamaah Haji Indonesia Disambut Dubes
Selasa , 09 Aug 2016, 21:47 WIB

Republika/ Amin Madani
Calon jamaah haji embarkasi Padang yang tergabung dalam Kloter 01 PDG tiba dengan pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 3301 di Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah, Selasa (9/8). (Republika/Amin Madani)

REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH --- Jamaah haji Indonesia sudah tiba di Kota Madinah, Arab Saudi, Selasa (9/9). Rombongan jamaah yang pertama datang adalah kelompok terbang (kloter) PDG 1 dari Padang, Sumatra Barat. Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 3301 yang membawa jamaah dari Tanar Air mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Azis (AMAA) Madinah pada pukul 10.16 WAS. 

“Setelah melalui proses imigrasi dan klaim bagasi, jamaah sudah bisa meninggalkan bandara kurang dari dua jam,” kata kata Kepala Daerah Kerja Bandara Jeddah-Madinah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2016 Nurul Badruttamam kepada Republika.co.id, Selasa (9/8).

Menurut Nurul, jamaah langsung dibawa ke hotel-hotel tempat menginap selama di Madinah dan disambut langsung oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel.

Nurul menjelaskan, sepanjang Selasa, ada delapan kloter yang sudah tiba di Madinah. Selain Kloter PDG 1 yang membawa 444 jamaah, berturut-turut jamaah berdatangan dari Kloter JKG 1 (Jakarta, 388 jamaah), BTH 1 (Batam, 445 jamaah), UPG 1 (Makassar, 450 jamaah), SUB 1 (Surabaya, 445 jamaah), JKS (Jakarta,  445 jamaah), KNO 1 (Medan, 388 jamaah), dan JKG 2 (Jakarta, 388 jamaah). Total, ada 3.428 jamaah kini sudah di Madinah.

“Semua proses imigrasi alhamdulillah lancar,” ujar Nurul. Dia melanjutkan, proses kedatangan jamaah haji relatif lancar. Apalagi, kedatangan Kloter PDG 1 di Bandara AMAA Madinah lebih cepat 29 menit dari jadwal semula yang diperkirakan tiba pada pukul 10.45 WAS. Kendati demikian, kedatangan jamaah Kloter UPG 1 memang mengalami keterlambatan lantaran ada kerusakan pesawat saat masih berada di Bandara Makassar, Sulawesi Selatan. 

Akibatnya, sebanyak 450 calon jamaah haji asal Kabupaten Soppeng dan Kota Makassar yang sudah berada di pesawat pada Selasa pagi, terpaksa diturunkan dan dibawa kembali ke Asrama Haji Sudiang, Makassar. “Informasi yang kami terima, ada kerusakan pada pesawat sehingga keberangkatannya tertunda,” kata Nurul.

Berdasarkan surat keterangan yang dikirimkan PT Garuda Indonesia dan ditandatangani Vice President SBU Umroh, Hajj dan Charter Hady Syahrean, keterlambatan pemberangkatan Kloter UPG 1 dikarenakan ada masalah pada system navigation light pesawat. Guna menjamin keamanan dan keselamatan penerbangan, kata Hady, maka diperlukan penggantian spare-part yang dibutuhkan.

“Untuk penggantian tersebut, memerlukan waktu yang cukup lama,” tulis Hady. Garuda pun menjadwal ulang penerbangan Kloter UPG 1 yang semula terbang ke Madinah pada pukul 09.40 WITA menjadi 15.30 WITA.

Kepala Seksi Perumahan Daerah Kerja Madinah PPIH Arab Saudi 2016 Endang Jumali menerangkan, jamaah yang sudah tiba di Madinah langsung ditempatkan di hotel-hotel yang sudah disewa Pemerintah Indonesia. Jamaah yang sudah tiba pada Selasa menempati Hotel Taiba Mubarak, Taj Kartaj, Dar Annaem, Sanroso, Holiday Villa, Anshar Golden, Manazil Al-Haram, dan Dar Rahmah.

“Semua hotel punya fasilitas setara minimal hotel bintang tiga dan berada tidak lebih dari satu kilometer dari Masjid Nabawi,” kata Endang.

Endang mengingatkan, jamaah yang masih berada di Tanah Air agar tidak khawatir dengan kondisi pemondokan atau hotel di Madinah. Selain fasilitasnya bagus-bagus dan berada dekat dengan Masjid Nabawi, PPIH Arab Saudi juga sudah menyediakan layanan katering yang menu dan kesehatannya terjamin.

“Kalau makanannya, insya Allah tidak akan terasa sedang berada di Arab Saudi. Menu makanannya khas menu makanan di Tanah Air,” ujarnya.

Mengenai perlengkapan jamaah, seperti barang bawaan dan kursi roda, Nurul mengimbau kepada jamaah yang belum bertolak ke Tanah Suci agar memberikan tanda identitas nama, asal kloter, dan nomor kloter yang bersangkutan. Sebab, barang-barang bawaan yang tercecer akan lebih mudah diantarkan petugas apabila ada keterangan identitasnya.

“Terutama yang membawa kursi roda, jangan lupa diberi nama, asal dan nomor kloter agar petugas bisa mengantarkan jika kursi rodanya tertinggal,” kata Nurul.

Redaktur : Achmad Syalaby
Reporter : EH Ismail

BERITA LAINNYA