Travel Umrah Resah Akibat Hubungan Aras Saudi-Qatar Putus
Selasa , 06 Jun 2017, 09:07 WIB

Dailymail
Qatar Airways

JAKARTA -- Pemutusan hubungan ternyata berimbas pada Pengusaha Penyelenggaraan Ibadah Umrah (PPIU). Hal ini terjadi karena banyak di antara mereka menggunakan jasa penerbengan Qatar Air ketika memberangkatkan dan memulangkan jamaahnya ke tanah suci.

''Penyelenggara ibadah umrah dan haji khusus berharap Kemenhub dan Kemenag turut menjembatani masalah jamaah umrah yang menggunakan Qatar Air, terutama yang akan pulang dari Jedah dan Madinah via Doha, Qatar. Mulai kemarin memang tak ada lagi penerbangan ke Arab Saudi yang menggunakan maskapai itu. Adanya kenyataan ini jelas membuat kami resah,'' kata Wakil Ketua Himpuh, Muharom Ahmad, kepada Ihram.co.id, Selasa (6/6).

Muharom mengatakan, selama ini memang banyak di antara penyelengara umrah dan haji khusus menggunakan jasa Qatar Air. Alasannya, maskapai ini dipilih karena harganya relatif lebih murah dan kualitas pelayanan kepada penumpangnya bisa dibilang lumayan. Selama ini hubungan para penyelenggara umrah dengan maskapai itu pun telah terjalin dengan baik.

''Setidaknya dalam sehari ada tiga penerbangan ke tanah suci, yakni Jakarta-Doha-Jeddah (Madinah) dan sebaliknya Madinah-(Jeddah)-Doha-Jakarta dengan Qatar Air. Penerbangan ini menggunakan jenis pesawat Boeing 777 versi yang baru. Kami selama ini merasa puas menggunakan jasa penerbangan ini,'' katanya.

Akibat ketiadaan penerbangan tersebut, lanjut Muharom, para penyelenggara umrah dan haji khusus harus segera mencari maskapai penerbangan lain. Imbas yang paling nyata yang akan segera terjadi maka paket harga umrah dan haji khusus bisa sedikit berubah. Ini karena harga tiket Qatar Air yang sedikit lebih murah tidak ada lagi.

''Jadi, dengan tiga kali penerbangan yang satu kali tripnya mengangkut 390 orang, maka setidaknya hampir 1.200 orang jamaah umrah dari Indonesia berangkat menggunakan amskapai tersebut. Nah, sekarang kami harus mencari maskapai penerbangan lain. Maka selain harga paket umrah/haji plus berubah, jadwal keberangkatan dan kepulangan dari tanah suci bisa berubah. Kami berharap pemerintah bisa memberikan dukungan sebab banyak di antara kami yang sudah melakukan pembayaran tiket perjalanan,'' tegas Muharom.


BERITA LAINNYA