Tahun ini Biometrik Calhaj Dilakukan di Embarkasi

Senin , 16 Jul 2018, 23:32 WIB Reporter :Fuji E Permana/ Redaktur : Agung Sasongko
Penampakan ruang tunggu untuk jamaah haji Indonesia yang melalui jalur cepat keimigrasian di Bandara Amir Muhammad bin Abdulaziz, Senin (16/7).
Penampakan ruang tunggu untuk jamaah haji Indonesia yang melalui jalur cepat keimigrasian di Bandara Amir Muhammad bin Abdulaziz, Senin (16/7).

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi/ Debarkasi Jakarta Pondok Gede, Saiful Mujab menyampaikan, seluruh embarkasi di Indonesia melakukan foto biometrik dan pengambilan sidik jari calon jamaah haji (calhaj). Tujuannya untuk mempersingkat waktu pemeriksaan pihak imigrasi Arab Saudi terhadap calhaj Indonesia.

 

"Untuk memperpendek antrean di Arab Saudi, semua direkam di sini, sepuluh sidik jari dan foto (biometrik)," kata Saiful kepada Republika.co.id di Asrama Haji Pondok Gede, Senin (17/7).

Ia menerangkan, biasanya pengambilan foto biometrik dan sidik jari calhaj dilakukan di Arab Saudi. Sekarang dilakukan di setiap embarkasi yang terkoneksi ke Arab Saudi. Sehingga dapat mempersingkat waktu atau antrean saat tiba di bandara di Arab Saudi. Pengambilan foto biometrik dilakukan sejak kedatangan calhaj ke Asrama Haji Pondok Gede.

Ia menyampaikan, terkait visa calhaj untuk kloter pertama di Asrama Haji Pondok Gede sudah beres semua. Calhaj diimbau bawa baju dan alat-alat secukupnya saja. Barang-barang yang dilarang oleh imigrasi jangan dibawa. Selain itu calhaj diharapkan dapat menjaga kesehatan dan kebersihan. 

Calhaj datang ke Asrama Haji Pondok Gede sekitar jam 09.00 WIB. Kemudian mereka memasuki Gedung Serba Guna 2 untuk diperiksa dokumen, kesehatan, pengambilan living cost dan melakukan foto biometrik serta pengambilan sidik jari. Hanya saja dalam proses pengambilan foto biometrik terjadi sedikit kendala pada jaringan.

Koordinator Bidang Kesehatan Embarkasi/ Debarkasi Asrama Haji Jakarta Pondok Gede, Anas Ma'ruf mengatakan, secara umum calhaj kloter pertama sudah mendapatkan vaksin miningitis. Awalnya kloter pertama ada 393 orang, tapi satu orang calhaj berusia 80 tahun meninggal dunia ketika masih di rumah. Maka jumlah calhaj yang diperiksa kesehatannya ada 392 orang.

"Hasil pemeriksaan kesehatan ternyata ada 283 (calhaj kloter pertama) yang risti (risiko tinggi), jadi persentasenya cukup tinggi yakni 72,19 persen yang risiko tinggi," ujarnya.

Sebelumnya, diinformasikan rata-rata calhaj dari DKI Jakarta, Banten dan Lampung yang termasuk dalam kelompok risti jumlahnya sebesar 52,46 persen. Calhaj dari DKI Jakarta yang paling banyak risti, jumlahnya ada sebanyak 61,5 persen. Calhaj dari Banten, sebanyak 49,7 persennya termasuk risti. Kemudian calhaj dari Lampung sebanyak 45,7 persennya termasuk risti.

"Kalau kita rata-rata (calhaj DKI Jakarta, Banten dan Lampung yang tergolong risti) 52,46 persen," kata Anas.

 
Monday, 17 Muharram 1441 / 16 September 2019
IMSAK SUBUH ZUHUR ASAR MAGRIB ISYA
04:30 04:30 11:51 15:03 17:53 19:01