JK Minta Kemenag Buat Daftar Tunggu Haji Secara Nasional
Rabu , 12 Dec 2018, 14:14 WIB

Republika TV/Havid Al Vizki
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK)

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden RI Jusuf Kalla meminta Kementerian Agama agar dapat membuat daftar tunggu haji secara nasional. Dengan demikian, tidak ada lagi perbedaan daftar tunggu haji di setiap daerah.

Baca Juga:

"Ini juga nanti kita perlu bicarakan bersama Menteri Agama supaya ini daftar tunggu harus daftar tunggu nasional, jangan daftar tunggu kabupaten, karena daftar tunggu ada daerahnya yang kurang 15 tahun, tapi ada juga yang 40 tahun, jadi kurang adil," ujar Jusuf Kalla ketika memberikan pengarahan dalam Rakernas Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) di Kementerian Agama, Rabu (12/12).

Perbedaan daftar tunggu haji di setiap daerah, membuat masyarakat dari daerah yang memiliki daftar tunggu haji cukup lama berpindah ke daerah yang mempunyai waktu tunggu lebih pendek. Jusuf Kalla menyontohkan, banyak orang Makassar yang mendaftar haji di Yogyakarta karena daftar tunggunya lebih pendek. Adapun menurut Jusuf Kalla, daerah dengan daftar tunggu haji cukup lama yakni Aceh, Sulawesi Selatan, dan Riau.

"Orang Makassar banyak yang ambil KTP Yogya, mendaftar di Jogja, sehingga menunggu 15 tahun dibanding di Pare-Pare atau di Sengkang bisa 30 tahun, atau di Aceh," kata Jusuf Kalla.

Menurut Jusuf Kalla, tingginya minat masyarakat mendaftar haji menandakan bahwa tingkat kemakmuran masyarakat semakin bagus. Hal ini menandakan, semakin banyak jumlah orang yang mendaftar haji, maka kemampuan ekonomi dan juga keimanan masyarakat makin meningkat. Namun di sisi lain, akibatnya daftar tunggu haji menjadi semakin panjang.

Oleh karena itu, masyarakat kalangan menengah ke atas lebih memilih untuk menunaikan ibadah haji dengan ONH Plus. Sementara, kalangan menengah bawah mengharapkan agar pelaksanaan haji berjalan dengan lancar.

"Jadi ini berita bagusnya orang makin mampu karena syarat haji kan kemampuan materil dan kemampuan fisik. Berita buruknya, gimana menunggu 20 tahun. Akibatnya orang makin banyak umrah atau ONH plus, bayar mahal, tapi di kalangan menengah bawah ini tentu mengharapkan gimana lancar," kata Jusuf Kalla. 

Redaktur : Andi Nur Aminah
Reporter : Rizky Jaramaya

BERITA LAINNYA