Sekjen Sapuhi Sayangkan Indonesia tak Dapat Tambahan Kuota
Jumat , 14 Des 2018, 12:12 WIB

Republika/ Yogi Ardhi
Jamaah Haji Di Mekkah (ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Musim haji tahun 2019 Indonesia tidak mendapat jatah penambahan kuota haji. Kuota haji Indonesia tetap pada angka 221 ribu jamaah sama pada musim haji tahun 2018.

Baca Juga:

Kunjungan kerja Menteri Agama Lukmanul Hakim dan jajarannya ternyatan tidak mampu melunakan pihak kerajaan Saudi. Padahal negara lain seperti Pakistan diberikan tambahan kuota haji.

Sekretaris Jendral Syarikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (Sapuhi) H Riza Palupi mengatakan seharusnya pemerintah meningkatkan posisi tawar agar mendapat tambahan kuota haji seperti negara lain. "Harusnya bargaining kita meminta tambahan. Selama negoisator pemerintah kita tidak bisa negosiasi dengan Arab Saudi, bargaining dengan Arab Saudi maka sulit bisa mendapat tambahan," katanya saat berbincang dengan Republika.co.id, Kamis sore (13/12).

Riza berpendapat Indonesia memiliki jumlah jamaah haji terbanyak. Dan itu seharusnya, dia mengatakan, dengan banyaknya jumlah calon jamaah haji menjadi nilai jual sebagai modal negoisasi ke pemerintah Saudi untuk bisa mendapat tambahan kuota haji.

"Kita ini kan termasuk orang yang terbanyak (jamaah hajinya, Red). Jadi kalau orang terbanyak biasanyakan negonya nyaman. Karena kita juga akan memengaruhi ekonomi Saudi kalau kita eggak ngirim jamaah haji," katanya.

Riza tidak menyebut berapa idealnya jika seandainya permintaah tambahan kuota haji dikabulkan. Dia menyebut berapun jumlah yang penting setiap tahun ada tambahan kuota untuk mengurangi lamanya anterian.

"Sekarang ini anterian di daerah di atas sepuluh tahun sampai 15 tahun rata-rata itu yang reguler. Kalau yang plus hampir lima sampai tujuh tahun," katanya.

 

Redaktur : Andi Nur Aminah
Reporter : Ali Yusuf

BERITA LAINNYA