Serbuan Belalang, Saudi Kirim Tim Khusus ke Masjid al-Haram
Senin , 14 Jan 2019, 06:24 WIB

Republika/Fitriyan Zamzami
Lokasi di antara Gerbang Malik Abdulaziz dan Gerbang Malik Fahd di Masjidil Haram, Makkah, Ahad (2/9). Disekitar wilayah itu malaikat Jibril disebut menambatkan Buraq sebelum bertolak dengan Rasulullah menjalani Isra Mi'raj.

IHRAM.CO.ID, MAKKAH –  Pemerintah Kota Makkah mengirim tim khusus ke Masjid al-Haram untuk mencari tahu penyebab di balik kemunculan gerombolan besar belalang hitam dan serangga lain di situs suci tersebut. 

Tim tersebut mengambil sampel serangga untuk mempelajarinya dan menentukan penyebab di balik kemunculan mereka yang tiba-tiba. 

Para spesialis juga harus menentukan dari mana serangga berasal. Sehingga, mereka dapat dengan cepat memusnahkan hewan-hewan tersebut dan mencegah agar kejadian serupa tak terulang di kemudian hari. 

Pejabat Kepresidenan Urusan Dua Masjid Suci yang bertanggung jawab atas pengelolaan dan pembersihan karpet Masjid al-Haram, Fahd Al-Maliki, mengatakan serangga-serangga itu telah dimusnahkan sebelum shalat Jumat pada Jumat (11/1) lalu. 

Kendati begitu, ia mengatakan kemunculan serangga itu tidak menyebabkan kerusakan atau mengganggu jamaah. 

Maliki mengatakan, mereka tidak tahu sumber pasti atau tempat tertentu di mana serangga dapat dihancurkan sepenuhnya. 

Menurutnya, serangga tersebut tiba-tiba datang ke Masjid al-Haram antara shalat Isya’ dan matahari terbit. 

Dalam beberapa hari terakhir, jumlah dari serangga kian berkurang setelah dilakukan upaya pembersihan oleh tim ini di plaza dan area mataf.

"Kita semua bekerja bersama untuk mengakhiri kehadiran belalang hitam di dalam Masjid al-Haram untuk kenyamanan jamaah, para peziarah, dan pengunjung," kata Malki, dilansir di Saudi Gazette, Ahad (13/1).

Kepresidenan telah mengadopsi rencana terpadu untuk memerangi serangga tersebut dan mencegah kemunculan mereka kembali di Masjid Al-Haram. Terutama, pada waktu shalat Jumat.  

Kepresidenan memiliki seperangkat alat baru bernama "caesar mob" untuk mencegah penyebaran serangga di dalam Masjid al-Haram. 

Alat ini menarik serangga ke satu tempat di mana mereka akan disemprot dengan insektisida.  

Kepresidenan mengatakan, mereka memiliki sekitar 100 pasang peralatan, yang digunakan 24 jam  sehari dan dibagi dalam tiga shift. 

Selain area mataf, bagian  plaza luar dan dalam juga dibersihkan setiap hari pada pukul 07.30 pagi waktu setempat sebelum karpet dibentangkan. Pembersihan juga dilakukan di mihrab tempat imam dan mimbar secara teratur sembari diberi wewangian. 

Redaktur : Nashih Nashrullah
Reporter : Kiki Sakinah

BERITA LAINNYA