Lima Pesan Kesehatan Bagi Jamaah Haji 

Senin , 15 Apr 2019, 09:44 WIB Redaktur : Muhammad Subarkah
Isyarat-isyarat di Masjid al-Haram tidak Ada yang berbahasa Indonesia. Hanya ada bahasa Arab, Inggris, dan Urdu. Ini menjadi salah satu faktor rawannya jamaah haji Indonesia tersesat. Pemerintah memaksimalkan Sekto Khusus Masjid al-Haram mengantisipasi ini.
Foto : Republika/Nasih Nasrullah
Isyarat-isyarat di Masjid al-Haram tidak Ada yang berbahasa Indonesia. Hanya ada bahasa Arab, Inggris, dan Urdu. Ini menjadi salah satu faktor rawannya jamaah haji Indonesia tersesat. Pemerintah memaksimalkan Sekto Khusus Masjid al-Haram mengantisipasi ini.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Ibadah haji merupakan ibadah yang memerlukan kesiapan fisik yang kuat. Karena itu Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta jamaah haji Indonesia untuk memperhatikan lima hal selama di tanah suci.

 

Imbauan kesehatan ini pula yang disampaikan oleh Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Eka Jusup Singka pada acara ‘Sosialisasi Haji Sehat’ di Kota Gorontalo, Ahad (14/4).

"Sekurangnya ada lima hal yang harus diperhatikan dan diterapkan oleh jamaah haji saat di Arab Saudi," kata Eka Jusup Singka, Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Eka Jusup Singka pada acara ‘Sosialisasi Haji Sehat’seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.od, Senin (15/4).

Pertama, ia menyebut selalu membiasakan untuk sarapan terlebih dulu sebelum berangkat ke masjid atau melakukan kegiatan ibadah lainnya. Kedua, mengenakan sandal jika bepergian ke madjid dan dibawa ke dalam masjid.

Selanjutnya, meminum air sesering mungkin, jangan menunggu haus. Berikutnya menggunakan masker setiap kali ke luar ruangan.

“Terakhir, jika sakit pada saat melontar jumroh bisa dibadalkan. Jangan memaksakan diri,” kata Eka.

Acara sosialisasi haji sehat ini terselenggara berkat kerja sama antara Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, dan Dinas Kesehatan Kota Gorontalo. Pertemuan dihadiri oleh Walikota Gorontalo, Kepala Kanwil Kementerian Agama Gorontalo, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Kepala Dinas Kesehatan Kota Gorontalo dan 380 orang jemaah haji Kota Gorontalo.

Wali Kota Gorontalo Marten H Taha menyampaikan program manasik haji terpadu sejak tahun 2014 telah dimasukan ke dalam APBD Kota Gorontalo untuk pembinaan jemaah haji. Kegiatannya tidak hanya untuk bimbingan ibadah saja tapi juga bagi bidang kesehatannya.

“Kami berharap agar jamaah haji dapat menjalankan ibadah haji dengan sempurna dan diberikan kesehatan sampai kembali ke tanah air,” ujarnya.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Gorontalo, Nur Albar, mengungkapkan sebanyak 94 persen calon jemaah haji atau sebanyak 400 orang dari total 425 orang jumlah calon jamaah haji asal Kota Gorotanlo sudah melakukan pemeriksaan kesehatan.

"Hasilnya, seluruhnya memenuhi syarat istitaah kesehatan haji," katanya. N Rr Laeny Sulistyawati

Wednesday, 20 Zulhijjah 1440 / 21 August 2019
IMSAK SUBUH ZUHUR ASAR MAGRIB ISYA
04:31 WIB 04:41 WIB 11:58 WIB 15:19 WIB 17:56 WIB 19:06 WIB

BERITA LAINNYA