Lima Pesan Menag untuk Petugas Haji 2019
Selasa , 23 Apr 2019, 23:48 WIB

Republika/Syahruddin El-Fikri
Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, membuka Pembekalan Terintegrasi Petugas Haji Arab Saudi Tahun 1440/2019 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (23/4).

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, membuka Pembekalan Terintegrasi Petugas Haji Arab Saudi Tahun 1440/2019 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (23/4). Pembekalan dilaksanakan selama 10 hari dari Selasa (23/4) hingga 2 Mei mendatang.

''Sebagai petugas haji, laksanakan tugas yang diamanahkan dengan penuh semangat dan tanggung jawab, agar layanan jamaah haji menjadi lebih baik,'' kata Lukman.

Dalam sambutan dan pengarahannya, Menag pun menjelaskan lima hal untuk petugas haji. Pertama adalah bersyukur, karena menjadi petugas adalah amanah. ''Tidak semua orang bisa dan mendapat kehormatan untuk menjadi petugas haji. Maka, ini adalah kesempatan yang mulia untuk melayani tamu Allah," terang Lukman.

Yang kedua, kata dia, memasang niat dengan baik. Niat menjadi petugas haji adalah melayani, bukan berhaji semata. ''Jadi, layani jamaah haji dengan baik, dan waktu yang ada gunakan sebaik-baiknya melaksanakan ibadah haji,'' ujarnya.

Ketiga, kata Lukman adalah melayani. "Layani jamaah dengan tulus ikhlas," paparnya.

Ia menyebutkan, saat ini ada jamaah yang sudah mengantre hingga 39 tahun untuk beribadah. Maka mereka yang tahun ini bisa berhaji dengan ketulusan mereka, hendaknya dapat dilayani dengan baik.

Keempat, setiap petugas haji harus memiliki kesadaran penuh memfokuskan persatuan dan kesatuan sebangsa. "Kalau sudah menggunakan atribut petugas, tanggalkan seluruh lembaga atau instansi. Bawalah nama bangsa Indonesia dengan baik, layani jamaah dengan tulus, dan jaga kemuliaan petugas," tegasnya.

Menag menambahkan, menjadi petugas haji Indonesia adalah kehormatan. Maka yang dibawa bukan sebatas nama pribadi atau lembaga, tetapi bangsa dan negara. "Untuk itu, hindari konflik sesama petugas haji," tegasnya.

Dan yang kelima, ungkapnya, adalah tantangan bagi petugas haji. Saat ini, kata dia, kuota jamaah haji setelah ada penambahan 10 ribu menjadi 231 ribu jamaah haji. "Tantangannya makin besar, maka layani, lindungi, dan binalah jamaah dengan baik," ujarnya.

Ia mengakui, tidak mudah melaksanakan dan menyelenggarakan haji dalam jumlah yang demikian besar, tetapi inilah tantangannya. Baik dari sisi pembinaan, anggaran, indeks kepuasan jamaah, pelayanan haji, harus lebih baik.

Sebanyak 1.108 petugas haji mengikuti pembekalan ini, baik petugas dari Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), TNI, Polri, perwakilan media massa, dan juga perwakilan dari daerah di Indonesia.

Total petugas haji yang mengikuti pembekalan ini berjumlah 1.108 orang. Di antaranya berasal dari petugas bidang konsumsi sebanyak 123 orang, petugas transportasi 115 orang, petugas Media Center Haji (MCH) 30 orang, dan petugas kesehatan sebanyak 306 orang.

Redaktur : Didi Purwadi
Reporter : Syahruddin El-Fikri

BERITA LAINNYA