Mayoritas Jamaah Haji 2019 Lansia
Rabu , 24 Apr 2019, 10:21 WIB

Republika/Fitriyan Zamzami
Jamaah haji lansia.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) mencatat mayoritas jamaah haji 1440 H/2019 M atau sekitar 63 persen adalah kaum lanjut usia (lansia). "Tahun ini jemaah haji bertambah menjadi 231 ribu orang dengan 63 persen adalah lansia," kata Direktur Bina Haji Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Khoirizi, dalam acara apel pagi sebagai rangkaian Pembekalan Terintegrasi Petugas Haji Arab Saudi Tahun 1440 H/2019 M di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur, Rabu (24/4).

Baca Juga:

Dengan fakta itu, kata dia, tantangan petugas haji semakin besar karena jumlah petugas haji tidak mengalami penambahan secara khusus. Meski begitu, ia tetap menargetkan indeks kepuasan jamaah tahun lalu sebesar 84,85 (meningkat 0,38 poin dari tahun sebelumnya) dapat dipertahankan atau bahkan ditingkatkan.

"Dengan ketekunan itu semua kita bisa tingkatkan namun tidak mudah, petugas tidak bertambah tapi jamaah bertambah 231 ribu yang akan dilayani dan 63 persennya adalah lansia," katanya.

Ia menekankan pentingnya sekitar 1.108 petugas haji yang sedang menjalani pembekalan terintegrasi menjaga kesehatan dan memupuk keinginan memberikan pelayanan. "Maka petugas harus sehat dan punya keinginan memberikan pelayanan, bukan orang yang ingin ibadah. Jangan bersembunyi di balik baju ihram kita, pakaian jamaah kita. Pakai atribut kita. Bayangkan (kurang dari) 1.200 orang berada di antara 231 ribu, tidak kelihatan maka tunjukkan," kata Khoirizi.

Para petugas haji tersebut dalam menjalani pembekalan harus mengikuti seluruh sesi yang digelar termasuk mengikuti apel pagi sebagai bentuk kedisiplinan. Mereka diharuskan bangun pagi, shalat subuh berjamaah, mengikuti olahraga pagi, kemudian hadir di apel pagi tepat waktu sebelum pukul 07.00 WIB.

Setelah apel pagi, mereka kemudian mengikuti sesi pembekalan sepanjang hari selama 10 hari mulai 23 April-2 Mei 2019. Sebagian besar proses pembekalan dilakukan dengan lebih banyak menggunakan platform digital termasuk pra test dan post test berbasis komputer atau CAT dan sistem absensi atau kehadiran dengan scan barcode menggunakan ponsel android yang berubah di setiap sesi.

Redaktur : Ani Nursalikah
Sumber : Antara

BERITA LAINNYA