Tingkatkan Layanan, Kemenag Terapkan 6 Inovasi Petugas Haji
Rabu , 01 May 2019, 14:33 WIB

Muhammad Hafil/Republika.co.id
Petugas Tim Gerak Cepat (TGC) PPIH Arab Saudi sedang memberikan pertolongan kepada jamaah haji yang sakit di tenda Arafah dalam gladi posko di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Selasa (30/4).

IHRAM.CO.ID, JAKARTA— Kementerian Agama (Kemenag) akan menerapkan enam inovasi dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 1440 H/2019. Inovasi tersebut untuk mengoptimalkan pelayanan, pembinaan, dan perlindungan bagi jamaah haji Indonesia.

Baca Juga:

“Kami melakukan inovasi bina haji 2019,” kata Direktur Bina Haji Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Khoirizi di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Rabu, dalam acara pembekalan petugas haji Arab Saudi 1440 H/2019.

Enam inovasi yang dimaksud yakni meningkatkan peran petugas pertolongan pertama pada jamaah haji (P3JH), penempatan konsultan ibadah-ibadah di sektor-sektor, dan menguatkan pemberdayaan petugas kloter.

Selanjutnya meningkatkan peran petugas daerah, ketua regu, dan ketua rombongan, mengubah sistem seleksi dan pola pembekalan, serta menggerakkan tiga langkah satgas Armuzna.

Menurut Khoirizi, inovasi dalam bina haji sangat penting karena penyelenggaraan haji diliputi begitu banyak problematika yang kerap kali tidak terduga.

Dia mencatat setidaknya problematika haji timbul karena berhubungan dengan upaya mengurus banyak orang, melibatkan banyak pihak, beragam strata sosial, beragam latar belakang, dilaksanakan di luar negeri, dibatasi ruang dan waktu.

Oleh karena itu pihaknya menyiapkan komitmen dan profesionalitas para petugas haji agar semakin baik. Hal ini dibutuhkan untuk menyukseskan sebuah event besar penyelenggaraan ibadah haji. 

“Apa ada even yang lebih besar dari haji? Kecuali pilpres dan pileg kemarin. Tapi yang berbeda, haji menggerakkan orang. Bukan sekadar dari rumah menuju TPS, melainkan haji menggerakkan orang dari rumahnya hingga tanah suci,”  ujarnya.

Pada kesempatan itu, Khoirizi juga meminta petugas haji untuk meneguhkan komitmen untuk hadir di tengah-tengah jemaah.

Caranya adalah dengan melakukan optimalisasi pergerakan petugas, sehingga dapat menyebarkan petugas yang hanya berjumlah sekitar 4.000an orang di tengah-tengah lebih dari 200 ribu jamaah.

“Bentuk komitmen kita harus hadir di tengah-tengah jemaah. Itu mengapa petugas haji diambil dari seluruh Indonesia, karena kita akan melayani jemaah yang berasal dari seluruh penjuru Indonesia juga,”  tutur Khoirizi.

 

 

 


BERITA LAINNYA