Latihan Fisik Kunci Persiapan Haji
Ahad , 12 May 2019, 22:00 WIB

Haji

IHRAM.CO.ID, JAKARTA — Jamaah haji kerap mengalami kelelahan sangat saat melaksanakan ibadah di Tanah Suci. Waktu yang seharusnya mereka menafaatkan untuk beristirahat justru mereka gunakan untuk beraktivitas. Bahkan mereka memporsir tenaga sehingga daya tahan tubuh menurun dan mudah terserang penyakit.

Direktur Utama Rumah Sakit Haji Jakarta, Dr Syarief Hasan Lutfie mengatakan, masyarakat masih banyak yang tidak memahami tentang ancaman kelelahan. Padahal, hal ini menjadi pemicu kematian.

Karena itu, dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi ini merasa perlu untuk menyampaikan kepada masyarakat tentang kelelahan jamaah haji. Jadi, faktor kelelahan inilah yang harus diluruskan bahwa lelah bukan berarti tidak menyebabkan kematian, justru lelah itu bisa menjadi kematian. Karena apa, karena triggernya membuat manifestasi timbulnya diagnosa penyakit tertentu, ujar dr Syarief

Berikut wawancara lengkap wartawan Republika, Muhyiddindengan Dr Syarief Hasan Lutfie di Rumah Sakit Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur, belum lama ini.

Sejak kapan Rumah Sakit Haji Jakarta melayani jamaah haji?

RS Haji melayani jamaah haji sejak berdiri tahun 1994. Karena riwayat adanya peristiwa Mina tahun 90 yang menelan banyak korban, maka didirikanlah RS Haji atas bantuan Kerajaan Arab Saudi. Fasilitas yang sama juga ada di Surabaya, Makasar, dan Medan. Semuanya melayani jamaah haji.

Namun, sejak dua tahun yang lalu, setelah RS Haji menjadi milik Kementerian Agama, pelayanan haji lebih diaktifkan lagi dengan dibentuknya Pusat Pelayanan Ter padu Kesehatan Haji dan Umrah (P2TKHU)pada 2017. Tujuannya adalah untuk lebih mengedepankan pelayanan preventif dengan mempersiapkan jamah haji mencapai fit to haj atau fit to umrah.

Kenapa jamaah haji penting melakukan persiapan?

Persipan itu kenapa harus dilakukan jauh-jauh hari karena masa tunggu haji mencapai lima sampai 45 tahun, sehingga pembinaannya harus lebih ditekankan untuk meningkatkan kapasitas endurance atau daya tahan, seperti daya tahan jantung, pembuluh darah, otot, dan tulang.

Karena itu perlu dilakukan persiapanpersiapan seperti orang mau melakukan pertandingan. Jadi harus dipersiapkan dulu dengan latihan, sehingga setelah berangkat haji endurance-nya atau daya tahannya menjadi bagus.

Redaktur : Agung Sasongko

BERITA LAINNYA