Antrean Haji Sukabumi Panjang, Warga Memilih Umrah
Ahad , 12 May 2019, 22:00 WIB

Antara/Aji Styawan
Umat Islam melakukan Tawaf keliling Kabah sebagai bagian dari pelaksanaan ibadah Umroh di Masjidil Haram, Makkah Al Mukarramah, Arab Saudi, Jumat (3/5/2019).

IHRAM.CO.ID, SUKABUMI— Daftar tunggu haji untuk Kota Sukabumi mencapai sekitar 16-17 tahun. Akibatnya banyak warga yang memilih atau beralih ke umrah sebagai solusi bisa segera berangkat ke tanah suci, Makkah dan Madinah.

Baca Juga:

Hal ini disampaikan Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, dalam acara Manasik Akbar ke-4 yang digelar PT Delta Laras Wisata (Dallas) Tour and Travel di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi, Ahad (12/5). 

‘’Untuk mendaftar ibadah haji saat ini memang cukup sulit karena harus mengantre cukup panjang,’’ ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi kepada wartawan. 

Sebabnya berdasarkan informasi dari Kementerian Agama (Kemenag), jika mendaftar sekarang baru bisa berangkat 16 hingga 17 tahun mendatang. Sehingga salah satu cara mempercepat atau jalan pintas ke Baitullah yakni umrah.

Dampaknya lanjut Fahmi, animo warga untuk menjalankan ibadah umrah sangat tinggi. Bahkan setiap orang yang sudah pernah kesana pasti ingin atau kangen kembali kesana. Terlebih bagi orang yang belum pernah kesana selalu terbayang bagaiman bisa berangkat.

Namun kata Fahmi, warga harus memperhatikan dengan baik travel mana yang dipilih. Jangan sampai warga memilih travel yang tidak sesuai dengan aturan. Harapannya warga menggunakan travel yang terjamin kualitas pelayanannya.

Di sisi lain Fahmi mengatakan, Pemkot menyambut positif makin banyakanya warga yang pergi umrah. Sebabnya Pemkot meyakini ketika makin banyak warga yang melaksanakan ibadah umrah maka akan semakin berkah sebuah kota.

Insya Allah, tutur Fahmi, ketika sepulang dari menjalankan ibadah umrah dan haji maka warga akan berubah menjadi pribadi yang lebih terpuji. Oleh karena itu pemda mempunyai kepentingan dalam hal tersebut.

Fahmi menerangkan, bicara ibadah dalam kacamata Islam ada ibadah yang mengedepankan fisik, maliyah atau harta dan mengedepankan sisi ruhani. Khusus ibadah haji dan umrah seluruhnya bersatu baik fisik, harta, dan ruhiyah.

 

Redaktur : Nashih Nashrullah
Reporter : Riga Nurul Iman

BERITA LAINNYA