Proses Pengajuan Visa Haji Usai Ramadhan
Senin , 27 May 2019, 23:40 WIB

Foto: Ali Yusuf/Republika
Kebijakan yang dikeluarkam Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengeluarkan elekronik visa (e-visa) telah berjalan sejak musim haji 2018.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA--Kementerian Agama akan memulai proses pengajuan visa haji usai Ramadan. Saat ini Kemenag sedang melakukan proses pengumpulan paspor jemaah dari daerah ke pusat.

Baca Juga:

Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kementerian Agama Muhajirin Yanis mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan tahapan pengumpulan paspor dari daerah-daerah yang selanjutnya akan discan.

"Nanti setelah selesai bulan ramadhan kita akan proses pengurusan visa," kata Yanis melalui keterangan tertulisnya, Senin (27/5) .

Yanis menambahkan penyelesaian visa akan didahulukan bagi jemaah haji yang akan berangkat pada gelombang I terlebih dahulu. Hingga hari ini pihaknya telah menerima sekitar 20 ribu paspor calon jemaah haji.

Ia optimis, di pekan depan jumlah paspor yang diterima akan mencapai 50 persen dari jumlah total, atau sekitar 100 ribu calon jemaah haji. Ini disebabkan seluruh provinsi dikabarkan telah menyelesaikan proses penyiapan paspor. 

"Saya kira untuk sampai mgu depan ini mungkin bisa sampai 50 persen jemaah karena dari Kanwil provinsi sudah membentuk tim. Setiap hari sudah ada yang (menyerahkan)," tuturnya.

Yanis pun berharap proses pembuatan visa haji dapat berjalan lancar dan terselesaikan tepat waktu. Apalagi saat ini pemerintah Arab Saudi telah menghapus aturan perekaman biometrik menjadi salah satu syarat pengeluaran visa.

"Kita juga bersyukur karena sekarang rekam biometrik tidak jadi persyaratan pengurusan visa. Sebelumnya visa itu persyaratannya harus biometrik," imbuh Yanis.

Namun, ia juga telah mendapat laporan bahwa  sudah hampir 100 persen mengikuti  proses biometrik. Ini tentu akan membantu proses imigrasi yang dilakukan di bandara Jeddah maupun Madinah.

"Jamaah sudah melakukannya, sehingga nanti ini juga akan membantu kedatangan jamaah baik di Makkah maupun di Madinah," tutup Muhajirin Yanis.

Redaktur : Muhammad Hafil
Reporter : Ali Yusuf

BERITA LAINNYA