Tas Haji Calhaj Rejang Lebong Bengkulu Sudah Dibagikan
Jumat , 14 Jun 2019, 17:16 WIB

Republika/Putra M. Akbar
Petugas memasukan tas calon jamaah haji ke dalam bagasi bus sebelum berangkat ke Bandara Soekarno Hatta di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (18/7).

IHRAM.CO.ID, BENGKULU – Panitia Haji Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, saat ini mulai membagikan tas untuk calon jamaah haji yang akan berangkat ke tanah suci di Arab Saudi pada musim haji tahun ini.

Baca Juga:

Kepala Seksi Pelaksanaan Haji dan Umrah Kemenag Rejang Lebong, Ahmad Hafizudin, di Rejang Lebong, Jumat (14/6), mengatakan tas yang dibagikan tersebut berupa tas koper, tas troli dan tas paspor, dengan jumlah calon haji sebanyak 268 orang.

"Tas koper, tas troli dan tas paspor ini mulai dibagikan terhitung mulai 12 Juni, kemudian 14,15, 17 dan Juni 2019, di mana pembagiannya dilakukan per kecamatan," ujar dia.

Pambagian tas itu sendiri, kata dia, diambil oleh para calhaj dengan syarat membawa salinan KTP, salinan paspor, salinan tanda lunas BPIH dan jika pengambilannya diwakilkan maka yang akan mengambilnya harus melampirkan salinan KTP.

Dari sebanyak 268 calon haji Rejang Lebong yang akan berangkat haji pada musim haji 2019, tambah dia, dari 15 kecamatan di Rejang Lebong diketahui ada satu kecamatan yang tidak memiliki utusan jamaah yakni Kecamatan Kota Padang.

Sedangkan untuk kecamatan yang paling banyak jumlah calon hajinya berasal dari Kecamatan Curup sebanyak 52 orang, kemudian Curup Tengah sebanyak 46 orang. Kemudian yang paling sedikit berasal dari Kecamatan Bermani Ulu dengan jumlah sebanyak empat orang, serta Kecamatan Bermani Ulu Raya sebanyak lima orang.

Dia menambahkan calon haji itu nantinya jika sudah mengambil tas perlengkapan untuk keberangkatan haji akan mengikuti pelaksanaan manasik haji sesi terakhir yang akan dilaksanakan oleh Kemenag Rejang Lebong pada 18-19 Juni bertempat di Masjid Agung Baitul Makmur Curup.

Sebelumnya, Kabupaten Rejang Lebong menerima penambahan kuota haji dari pemerintah pusat dari sebanyak 235 orang menjadi 278 orang atau bertambah 43 orang.

Namun, kata dia, saat pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) pada 30 Mei lalu 10 kuota tidak terisi dengan alasan ekonomi, belum siap berangkat dan alasan kesehatan sehingga kuota yang siap berangkat menjadi 268 orang. 

 

Redaktur : Nashih Nashrullah
Sumber : Antara

BERITA LAINNYA