Tawaf Bersama Rembulan
Sabtu , 27 Aug 2016, 04:51 WIB

Suasana Tawaf di Masjidil Haram. (Republika/Muhammad Subarkah)

Sayangnya, semakin lama, menikmati suasana syahdu di Baitullah menjadi sebuah kerinduan yang kian langka. Cahaya lampu kompleks Masjidil Haram yang luar biasa kuat menjadikan sinar bulan terasa samar dan sayup. Apalagi jamaah umrah dan haji kini sangat meluap sehingga suasana pun terasa ingar-bingar.

Wajah rembulan purnama yang elok kini baru bisa dinikmati dengan lebih leluasa bila dilihat dari atap bangunan Masjidil Haram. Di lantai atas itu pemandangan akan terasa luar biasa karena sekaligus juga bisa melihat langsung ke bawah, yakni ke arah Ka’bah yang selalu dipenuhi begitu orang yang lagi melakukan tawaf.

Dan, pada titik pandang yang lain, pemandangan rembulan purnama bersanding dengan Ka’bah akan terasa mencengangkan bila dilihat dari arah luar Kota Makkah. Dari kejauhan tampak puncak menara yang berwarna terang kebiruan lengkap dengan sosok jam raksasanya, dan bulan di dekatnya. Pemandangan ini mulai terlihat jelas dari jarak yang cukup jauh, yakni sekitar 6-7 kilometer. Menara, jam, dan rembulan purnama tampak dalam satu peraduan.

Redaktur : Muhammad Subarkah

BERITA LAINNYA