Wednesday, 20 Zulhijjah 1440 / 21 August 2019

Wednesday, 20 Zulhijjah 1440 / 21 August 2019

Emirates Airlines Tunda Penerbangan Terpanjang

Kamis 03 Mar 2016 18:20 WIB

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Ani Nursalikah

Pesawat maskapai Emirates Airlines

Pesawat maskapai Emirates Airlines

Foto: OLLIE DALE/EMIRATES/AFP

REPUBLIKA.CO.ID, PANAMA CITY -- Wisatawan tampaknya perlu menunggu untuk bisa melakukan perjalanan udara terpanjang bersama Emirates Airlines. Maskapai yang dijadwalkan memulai penerbangan terpanjang di dunia antara Dubai dan Panama City ditunda hingga sekitar satu tahun.

Peluncuran yang telah dijadwalkan pada 31 Maret itu, baru akan terjadi pada akhir 2016 atau awal 2017 karena faktor operasional.

Pada Agustus, Emirates mengumumkan akan meluncurkan penerbangan terpanjang di dunia selama 17 jam dan 35 menit. Perjalanan akan menghubungkan dua pusat perdagangan dan menjadikan Panama sebagai tujuan pertama maskapai di Amerika Tengah.

Perusahaan tersebut juga telah menawarkan penerbangan harian ke ibu kota Panama dengan sebuah pesawat Boeing 777-200LR yang dapat membawa hingga 15 ton kargo.

Namun, setelah peninjauan luas perusahaan akan menunda penerbangan setelah mempertimbangkan semua faktor operasional termasuk pemanfaatan armada dan permintaan komersial.

Di antara penerbangan lainnya yang terpanjang di dunia, salah satunya menghubungkan Dallas ke Sydney (hampir 17 jam), Johannesburg ke Atlanta (16 jam 40 menit) dan Dubai ke Los Angeles (16 jam 35 menit).

Sebelumnya, penerbangan terlama berlangsung hampir 19 jam antara Singapura dan New York dan dioperasikan oleh Singapore Airlines. Tapi itu ditangguhkan pada 2013.

Sementara itu pada Rabu, maskapai Jerman Lufthansa meuncurkan penerbangan langsung ke Panama. Perusahaan mengatakan, itu adalah yang pertama ke Amerika Tengah. Penerbangan yang menghubungkan Panama City dan Frankfurt akan dibuat lima kali sepekan oleh Airbus A340-300 dengan kapasitas 298 penumpang.

Baca juga: Donald Trump Usir Seorang Perempuan Afrika-Amerika

sumber : AFP
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA