IGI: Ujian Nasional Bukan Momok Lagi

Selasa , 23 Apr 2019, 23:46 WIB Redaktur : Andi Nur Aminah
Sejumlah pelajar saat melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer
Foto : Republika/Putra M. Akbar
Sejumlah pelajar saat melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Ujian Nasional (UN) bukan lagi menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat Indonesia. Demikian ungkap Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli Rahim.

 

"Karena itu bagi kawan-kawan guru, tolong jangan lagi membantu siswa, biarkan siswa kita dapat nilai nol sebagai gambaran kemampuannya daripada merusak integritas mereka dengan cara membantunya," kata dia di Makassar, Selasa (23/4).

Baca Juga

Ia menjelaskan UN saat ini tidak lagi menentukan kelulusan dan tidak pula menentukan sekolah sasaran untuk melanjutkan pendidikan. Oleh karena itu, katanya, para tenaga pendidik atau guru diminta mengarahkan siswa agar tidak berpikir maupun berniat untuk curang dalam mengerjakan ujian itu.

Membantu siswa saat ujian, kata Ramli, bukan hanya mengelabui pengambil kebijakan tetapi juga menghancurkan integritas anak didik. Ia menyebut tidak ada gunanya kecerdasan tinggi dan kepintaran luar biasa jika integritasnya hancur.

Ia mengharapkan siswa untuk jujur menampilkan sosok diri yang sesungguhnya dalam ujian nasional berbasis komputer (UNBK). "Tiga tahun kawan-kawan guru mencerdaskan mereka, membuat mereka pintar tapi semua itu tak berguna sama sekali jika integritasnya dihancurkan di ujung waktu," kata dia.

Selain itu, kata dia, disiplin pengawas ujian juga menjadi keniscayaan karena integritas mereka ada pada kemampuan bertindak tegas dan tidak membiarkan sesuatu yang terjadi bisa menghancurkan reputasinya.

                                                                                                                     

Thursday, 21 Zulhijjah 1440 / 22 August 2019
IMSAK SUBUH ZUHUR ASAR MAGRIB ISYA
04:31 WIB 04:41 WIB 11:58 WIB 15:18 WIB 17:56 WIB 19:06 WIB