Petugas Sita Puluhan Rokok dan Obat dari Jamaah di Madinah
Jumat , 12 Jul 2019, 13:34 WIB

Republika/Syahruddin El-Fikri
Petugas Perlindungan Jamaah (Linjam) Eva Widiastuti, menunjukkan sejumlah barang yang disita dari jamaah haji asal Embarkasi Surabaya, Jumat (12/7). Barang-barang yang disita antara lain, rokok, jamu kuat, sari rapet, dan lainnya.

IHRAM.CO.ID, Oleh Syahruddin El-Fikri dari Madinah, Arab Saudi

MADINAH -- Petugas haji Indonesia menyita sejumlah barang bawaan jamaah. Barang itu disita dari jamaah kloter 12 asal Embarkasi Surabaya.

Baca Juga:

Barang bawaan yang disita antara lain rokok 65 bungkus, obat berupa hemaviton 129 saset, anau rapet wangi 6 dus, jamu masuk 12 botol (3 botol kecil dan 9 botol besar),  ekstra joss enam bungkus, super tetra 20 saset, urat madu, 160 bungkus, makanan 1 buah, king cobra 633 bungkus dan tongkat bendera 1 buah.  Kepala Daker Madinah, Akhmad Jauhari, mengatakan, penyitaan itu dilakukan demi kenyamanan jamaah dalam melaksanakan ibadah.

"Sementara kita amankan dulu di Kantor Daker," ujarnya di Kantor Daker Madinah, Jumat (12/7).

Belum diketahui apa motif jamaah membawa berbagai macam obat dan rokok sebanyak itu. "Jika dilihat dari jumlahnya yang demikian banyak, sepertinya motifnya untuk dijual. Apalagi jumlahnya ada yg sudah dibungkus dalam jumlah tertentu untuk memudahkan andai dijual," ujar Jauhari.

Barang jamaah tersebut diserahkan Petugas Linjam (Perlindungan Jamaah) PPIH Arab Saudi Indra yang mengamankan barang tersebut. "Mohon maaf, nama pelaku tidak bisa kami sebutkan demi kebaikan bersama," ujar Indra.

Ia menyebutkan, barang tersebut diamankan pada Kamis, 11 Juli di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah. Petugas Linjam lainnya, Eva Widiastuti mengungkapkan,  barang-barang tersebut saat ini berada dibawah pengawasan petugas haji Indonesia Wilayah Kerja Daker Madinah.

"Kami amankan untuk selanjutnya diserahkan kepada kadaker untuk tindak lanjutnya," ujar.

25 Riyal

Hampir setiap tahun banyak sekali barang-barang yang diamankan karena dibawa jamaah melebihi ketentuan yang berlaku. Pada hari kedua kedatangan jamaah di Bandara Madinah, sebelumnya juga mengamankan rokok jamaah dalam jumlah yang sangat banyak. Barang-barang itu umumnya akan dijual oleh jamaah di Tanah Suci.

Salah seorang mukimin di Madinah, Anwar, mengatakan, rokok dijual di Madinah seharga 25 riyal saat musim haji. Sedangkan pada hari biasa, kata dia, dijual dengan harga 20 riyal.

Satu riyal di Madinah sama dengan Rp 4.000 dalam mata uang Indonesia. Sehingga jika dikalkulasikan, satu bungkus rokok dijual seharga Rp 100 ribu (25 riyal) per bungkus.

Saat ditanya kenapa bisa lebih mahal saat musim haji, Anwar mengatakan, karena musim haji banyak jamaah Indonesia yang merokok. Sehingga ada pula penjual rokok di Madinah yang memanfaatkan hal itu untuk meraih keuntungan maksimal.

Redaktur : Ani Nursalikah

BERITA LAINNYA