Puskeshaji Turunkan Dokter Spesialis Penerbangan
Sabtu , 13 Jul 2019, 00:25 WIB

Antara/Bayu Pratama
Petugas kesehatan memeriksa kesehatan jamaah calon haji (JCH) yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) I Embarkasi Banjarmasin sebelum memasuki Asrama haji Embarkasi Banjarmasin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (8/7/2019).

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Pusat Kesehatan Haji Indonesia menurunkan dokter spesialis kedokteran penerbangan. Dokter ahli di kesehatan penerbangan ini diterjunkan untuk memberi penyuluhan kepada Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) dan Tim Kesehatan Haji Daerah (TKHD).

Baca Juga:

Kepala Pusat Kesehatan Haji Indonesia Eka Jusuf Singka mengatakan tahun ini Puskeshaji kembali menurunkan dokter spesialis penerbangan di semua embarkasi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan haji.

"Penyuluhan ini untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada jamaah haji," kata Eka saat dihubungi Republika, Jumat (12/7).

Eka mengatakan dokter spesialis penerbangan ditugaskan pula dalam tim Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) ke Saudi. Menurutnya tahun ini merupakan tahun kedua Puskeshaji Indonesia melibatkan spesialis kedokteran penerbangan dalam penyelenggaraan ibadah haji.

"Setelah 2018, dokter penerbangan masuk dalam PPIH Saudi. Tahun ini juga diturunkan dokter spesialis kedokteran penerbangan ke semua embarkasi haji," katanya.

Eka menuturkan di setiap embarkasi dokter akan memberikan penguatan kapasitas kepada dokter-dokter di kantor kesehatan pelabuhan (KKP) dan juga juga kepada TKHI yang diberangkatkan bersama-sama jemaah haji.

Saat ini jumlah total dokter spesialis kedokteran penerbangan yang diterjukan Puskeshaji Indonesia ada enam orang. Semua dokter ahli penerbangan itu ditugaskan di Tanah Air.

Redaktur : Christiyaningsih
Reporter : Ali Yusuf

BERITA LAINNYA