22 Zulqaidah 1441

Mengunjungi Masjid Aisyah di Tan’im

Selasa , 23 Jul 2019, 15:37 WIB Reporter :Muhammad Hafil/ Redaktur : Hasanul Rizqa
Jamaah haji Indonesia melakukan swafoto atau selfie di halaman Masjid Aisyah di Tan'im sebelum melakukan umrah sunah, Selasa (23/7). Masjid Aisyah merupakan salah satu miqat atau tempat dimulainya umrah atau haji.
Foto : Muhammad Hafil / Republika
Jamaah haji Indonesia melakukan swafoto atau selfie di halaman Masjid Aisyah di Tan'im sebelum melakukan umrah sunah, Selasa (23/7). Masjid Aisyah merupakan salah satu miqat atau tempat dimulainya umrah atau haji.

Di sejumlah sudut, terdapat beberapa papan pengumuman dalam berbagai bahasa. Di antaranya, bahasa Arab, Inggris, dan Indonesia.

Ada juga penanda yang menuliskan 'Haram Starts Here' dan 'Haram Ends Here'. Itu menerangkan tentang batas Tanah Suci. Untuk diketahui, mikat berihram memang berada di luar Tanah Suci Makkah.

Tempat ini memiliki sejarah tersendiri. Tan'im adalah nama sebuah desa. Adapun Masjid Aisyah ditetapkan namanya oleh baginda Nabi Muhammad SAW sendiri sebagai salah satu mikat ibadah haji atau umrah. Nama Aisyah merujuk pada nama salah seorang istri Rasul SAW. Alasannya, mikat ini pernah dipergunakan Aisyah RA.

Dalam sebuah hadis, diriwayatkan bahwa ketika baru selesai menunaikan haji perpisahan (hijjatul wada) bersama Nabi SAW, Ummul Mukminin Aisyah RA melanjutkan ibadah umrah. Untuk memulai ihram umrah itulah, Nabi SAW menyuruh Aisyah berangkat ke Tan'im dan memulai ihramnya dari lokasi tersebut.

Peristiwa itu terjadi pada tahun kesembilan Hijriyah. Lantas, masjid yang menjadi tempat mikat Aisyah lantas dinamakan Masjid Aisyah.

Sejak zaman Rasulullah sampai sekarang, masjid ini sudah beberapa kali mengalami renovasi.

Bangunannya diperbarui pada masa Raja Fahd bin Abdul Azis. Renovasi besar-besaran terhadap Masjid Aisyah  memakan biaya cukup mahal, yaitu mencapai 100 juta riyal. Hasilnya, kini masjid tersebut mampu menampung sekitar 15 ribu jamaah.

Setelah direnovasi, areal keseluruhan masjid mempunyai luas 84 ribu meter persegi. Kendati demikian, luas bangunan utama masjid hanyalah enam ribu meter persegi.

BERITA TERKAIT

  • TAG :