22 Zulhijjah 1441

PPIH Tinjau Perusahaan Katering Jamaah Haji Indonesia

Selasa , 23 Jul 2019, 18:02 WIB Reporter :Syahruddin El-Fikri/ Redaktur : Hasanul Rizqa
Direktur Pelayanan Haji Urusan Luar Negeri Kementerian Agama Sri Ilham Lubis meninjau perusahaan penyedia katering untuk jamaah haji Indonesia, Madinah, Selasa (23/7). Sejumlah bumbu dan bahan untuk makanan jamaah haji selama di Tanah Suci berasal dari Indonesia.
Foto : Republika/Syahruddin El-Fikri
Direktur Pelayanan Haji Urusan Luar Negeri Kementerian Agama Sri Ilham Lubis meninjau perusahaan penyedia katering untuk jamaah haji Indonesia, Madinah, Selasa (23/7). Sejumlah bumbu dan bahan untuk makanan jamaah haji selama di Tanah Suci berasal dari Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH -- Pelayanan katering untuk jamaah haji mendapat penilaian melalui kunjungan tim dari Kementerian Agama (Kemenag) di Madinah, Arab Saudi, hari ini. Sejauh ini, perusahaan katering yang dimaksud dinilai sudah menyediakan menu dengan cita-rasa Nusantara. Hal ini agar sejalan dengan selera umumnya masyarakat Indonesia.

 

Direktur Pengendali Teknis Haji Urusan Luar Negeri Kemenag Sri Ilham Lubis menuturkan, berbagai bumbu, sayuran, serta buah-buahan yang disesuaikan pihak perusahaan itu sesuai tradisi jamaah Indonesia.

“Itu memang syarat utama perusahaan penyedia katering yang bekerja sama atau menjadi mitra Kemenag untuk jamaah haji Indonesia,” kata Sri Ilham Lubis kepada wartawan Media Center Haji, di Madinah, saat meninjau lokasi perusahaan penyedia katering untuk jamaah haji Indonesia, Selasa (23/7).

photo

Direktur Pelayanan Haji urusan Luar Negeri Sri Ilham Lubis meninjau perusahaan katering penyedia makanan jamaah haji Indonesia, Madinah, Selasa (23/7). Juru masak yang memasak makanan untuk jamaah berasal dari Indonesia.

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan bahwa makanan untuk jamaah haji Indonesia benar-benar sesuai dengan keinginan jamaah dan syarat yang ditetapkan Kemenag. Hal itu mencakup cara pengolahannya, bumbu yang disediakan, hingga kondisi dapur katering.

Sri mengatakan, berbagai syarat diberikan kepada pengusaha katering yang ingin bermitra untuk menjadi penyedia makanan jamaah haji Indonesia. “Bumbu yang dipakai harus khas Indonesia, bahan-bahannya diupayakan dari Indonesia,” ujarnya.

Yang tak kalah pentingnya, lanjut Sri, petugas atau juru masaknya juga harus dari Indonesia. “Jika mereka tidak bersedia menyiapkan itu, kami tidak bisa bekerja sama dengan perusahaan tersebut,” ungkapnya.

BERITA TERKAIT

  • TAG :