16 Safar 1441

Kisah Makan Sate di New York

Sabtu , 28 Sep 2019, 11:14 WIB Redaktur : Muhammad Subarkah
Suasana makan sate di pinggiran kota New York.
Suasana makan sate di pinggiran kota New York.

IHRAM.CO.ID, NEW YORK -- Pengamat sosial politik, Fachry Ali, pekan ini berada di New York. Dia bersama dalam rombongan Wakil Presiden Jusuf Kalla  yang akan menghadiri sidang umum PBB yang ada di kota yang disebut ibu kota dunia itu. Sidang ini sangat penting karena di antaranya ada yang menuntut agar soal referendum Papua bahas.

 

Tapi sebagai pengamat sosial, di antara kesibukan jadwal acara yang padat di New York, Fachry mencoba menikmati kuliner Indonesia. Dia misalnya sempat mencicipi masakan padang di Restoran Padang 'Buyung Upik' di New York. Katanya, meski jauh dari Ranah Minang, citra rasa masakan restoran ini tetap terasa sebagai masakan dari tanah asal tokoh fiksi 'Siti Nurbaya' itu.

Uniknya kali ini malam-malam Fachry mencoba mencari makanan Indonesia yang lain di New York. Kali ini dia mencoba makan Sate.

"Lima tahun lalu, hanya ada satu tukang sate di Queens, New York. Kini, jumlahnya kian bertambah. Lima tahun lalu, harga satu tusuk sate US$1. Sekarang telah menjadi US$1,5,'' kata Fachry Ali.

Maka, lanjut Fachry, jadilah Queens, borough pinggir New York, wilayah ramai dengan pedagang informal. Di sana suasana juga mirip di Inodnesia, dima pembeli juga mengelilingi gerobak sate. "Mirip wilayah pinggiran Jakarta,'' katanya.

 
Selasa, 16 Safar 1441 / 15 Oktober 2019
IMSAK SUBUH ZUHUR ASAR MAGRIB ISYA
04:15 04:15 11:42 14:48 17:49 18:58

widget->kurs();?>

BERITA LAINNYA