16 Rabiul Awwal 1441

Menteri Jokowi Diingatkan Utamakan Kepentingan Rakyat

Selasa , 22 Oct 2019, 00:57 WIB Reporter :Dadang Kurnia/ Redaktur : Esthi Maharani
Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Jusuf Kalla seusai acara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 di Gedung Nusantara, kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Ahad (20/10).
Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Jusuf Kalla seusai acara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 di Gedung Nusantara, kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Ahad (20/10).

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Meski belum diumumkan secara resmi nama-nama menteri yang akan mengisi Kabinet Kerja jilid II, masyarakat mulai menggantungkan harapan kepada para pembantu presiden dan wakil presiden tersebut. Maulana Syarifudin (24) berharap, menteri pemerintahan Jokowi-Maruf Amin nantinya, bisa benar-benar merakyat. Artinya mau turun dan melihat langsung kondisi rakyat.

 

"Harus lebih merakyat, mau turun ke bawah, melihat langsung kondisi di bawah," kata warga asli Mojokoerto yang tinggal di Surabaya tersebut kepada Republika, Senin (21/10).

Maulana juga mengingatkan, para menteri yang terpilih nantinya, harus benar-benar mengambil kebijakan yang berpihak kepada rakyat. Dia mengingatkan, para menteri tersebut harus berani dalam mengambil kebijakan. Jangan sampai, para menteri tersebut mengambil kebijakan yang berpihak pada perorangan atau kelompok tertentu saja.

"Kan sering denger tuh ada menteri-mentwri yang dalam pengambilan kebijakannya itu katanya diintervensi pemodal atau pengusaha. Nah jangan sampai begitu. Kebijakan-kebijakannya harus bener-bener berpihak kepada rakyat," ujar Maulana.

Sri Wahyuni (41) pun turut menyampaikan harapannya kepada para menteri, yang rencananya diumumkan pada Rabu (23/10) tersebut. Warga asli Surabaya ini berharap, menteri-menteri yang terpilih nantinya harus benar-benar bisa membantu kinerja presiden dan wakil presiden. Menurutnya, jangan sampai menteri-menteri yang dipilih malah menghambat kinerja presiden dan wakil presiden.

"Menteri ini kan disebutnya aja pembantu presiden, ya berarti harus benar-benar bisa membantu kerjanya presiden dan wakil presiden. Jangan nantinya malah menghambat kerjanya presiden," ujar Sri.

Sri juga berharap, menteri yang masuk Kabinet Kerja jilid II bisa belajar dari pendahulunya. Menurut Sri, banyak menteri Jokowi pada Kabinet Kerja jilid I yang kinerjanya sudah baik. Meskipun ada beberapa di antaranya yang belum terlihat kinerjanya. Dia berharap, menteri-menteri yang baru terpilih, bisa belajar pada menteri-menteri terdagulu, yang kinerjanya bagus.

"Menteri-menteri yang periode lalu itu sudah banyak yang bagus lah kerjanya, banyak yang kebijakan-kebijakannya berani, meskipun ada juga yang gak begitu kelihatan kerjanya. ya itu harus dipertahankan jangan malah menurun. Nah yang belum kelihatan ini kerjanya harus diisi menteri yang bisa kerja," kata Sri.

 
Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019
IMSAK SUBUH ZUHUR ASAR MAGRIB ISYA
04:05 04:05 11:40 15:01 17:51 19:04

widget->kurs();?>