27 Jumadil Awwal 1441

APHI Apresiasi Penghargaan Dalkarhutla Perusahaan HTI

Jumat , 06 Des 2019, 04:36 WIB Reporter :Dedy Darmawan Nasution/ Redaktur : Gita Amanda
Perusahaan HTI menjadi satu kesatuan dari Satgas Karhutla di setiap Provinsi. Foto udara kondisi Karhutla gambut, (ilustrasi).
Perusahaan HTI menjadi satu kesatuan dari Satgas Karhutla di setiap Provinsi. Foto udara kondisi Karhutla gambut, (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penanggulangan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Indonesia sepanjang tahun 2019 telah diupayakan maksimal melalui kerja sama dan kolaborasi semua pihak. Termasuk dukungan sarana dan prasarana dari perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI).

Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), Purwadi Soeprihanto, menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan HTI menjadi satu kesatuan dari Satgas Karhutla di setiap Provinsi.

"Di bawah koordinasi Pemerintah dan Pemerintah Daerah, anggota kami telah melakukan langkah-langkah efektif pencegahan dan pengendalian Karhutla di lapangan bersama Satgas Karhutla di tingkat Provinsi," kata Purwadi dalam keterangan resminya, Kamis (5/12).
 
Upaya-upaya pencegahan dan pengendalian karhutla dimulai sejak pencegahan melalui beberapa kegiatan. Di antaranya penerapan penyiapan lahan tanpa bakar (zero burning), peningkatan kesejahteraan masyarakat, hingga perbaikan tata kelola gambut.

"Perusahaan-perusahaan HTI telah mengembangkan pemantauan hotspot secara terintegrasi, yang memungkinkan dapat dimonitor secara langsung dari situation room, sehingga dapat segera diambil tindakan pemadaman di lapangan. Beberapa perusahaan HTI juga telah menggunakan peralatan canggih seperti helicopter water bombing untuk mendukung pemadaman di lapangan," ujarnya.

Atas upaya-upaya tersebut, tiga perusahaan hutan tanaman industri yang merupakan mitra APP Sinar Mas, yakni  PT Bumi Mekar Hijau, PT Bumi Andalas Permai dan PT Rimba Hutani Mas,  diganjar penghargaan oleh Gubernur Sumatera Selaran, Herman Deru. ”APHI menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah atas penghargaan ini, yang sesungguhnya merupakan capaian atas kerjasama dan kolaborasi para pihak.  Hal ini diharapkan dapat memacu  upaya pencegahan dan pengendalian yang lebih baik di tahun mendatang,” ujar Purwadi.   

Kejadian karhutla di tahun 2019 selayaknya menjadi bahan evaluasi bersama, terutama dalam mengefektifkan kerjasama dan kolaborasi di tingkat tapak. "Terjadinya karhutla tidak mengenal batas-batas wilayah dan batas perizinan, karena itu pencegahan dan pengendalian karhutla harus ditangani dalam skala bentang alam/lanskap melalui upaya multipihak," ujar dia.

Baca Juga

 
Rabu, 27 Jumadil Awwal 1441 / 22 Januari 2020
IMSAK SUBUH ZUHUR ASAR MAGRIB ISYA
04:30 04:30 12:07 15:30 18:20 19:33

widget->kurs();?>