1 Jumadil Akhir 1441

IPHI Desak Presiden Gelar Konvensi OKI Bahas Kuota Haji

Jumat , 13 Des 2019, 13:06 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Muhammad Hafil
 IPHI Desak Presiden Gelar Konvensi OKI Bahas Kuota Haji. Foto: Jamaah haji shalat berjamaah di Masjid Namira di Padang Arafah, Makkah, Arab Saudi, Kamis (31/8).
IPHI Desak Presiden Gelar Konvensi OKI Bahas Kuota Haji. Foto: Jamaah haji shalat berjamaah di Masjid Namira di Padang Arafah, Makkah, Arab Saudi, Kamis (31/8).

IHRAM.CO.ID,JAKARTA--Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) meminta Presiden Joko Widodo membuat trobosan dalam menyelesaikan persoalan haji. Terutama masalah daftar tunggu haji Indonesia yang mencapai puluhan tahun lamanya.

Baca Juga

"Menurut hemat saya hal ini tidak bisa didiamkan harus ada terobosan," kata Ketua Umum IPHI Ismed Hasan Putro saat dihubungi Republika, Jumat (13/12). 

Dalam konteks masalah kuota haji, kata dia, Presiden Jokowi untuk secara khusus melobi Raja Saudi agar Indonesia mendapat kuota yang lebih maksimal.  Selain melobi Pemerintah Arab Saudi, presiden perlu melobi negara ASEAN yang memiliki jatah kuota haji yang tidak terpakai. 

Negara-negara ASEAN yang tidak terpakai maksimal kuota hajinya itu di antaranya Thailand, Filipina, Vietnam, Myanmar, Timor Timur dan Papua Nugini.

"Kalau di negara-negara itu masing-masing 10 ribu sudah 50 ribu untuk kemudian dialihkan kepada Indonesia agar tidak mubazir," katanya.

Untuk menyelesaikan masalah daftar tunggu haji yang panjang, Ismed juga mengusul agar pemerintah Indonesia mengambil inisiatif untuk menyelenggarakan pertemuan dengan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) khusus membahas soal haji. 

"Karena persoalan ini dari tahun ke tahun terus merisaukan akibat pertumbuhan perkembangan jumlah jamaah haji di seluruh dunia," katanya. 

Ismed mengatakan, jumlah jamaah haji di masing-masing negara setiap tahunya terus meningkat. Semetentara daya tampung di Arab Saudi tidak meningkat. Hal ini kata dia tidak sesui dengan meningkatkatnya animo tetapi masyarakat untuk menunaikan ibadah haji. 

"Jadi semakin meningkatnya hasrat untuk ibadah haji ini harus ada pembahasan yang khusus dari OKI," katanya.

Untuk itu kata Ismed, Kementerian Agama dan Kementerian Luar Negeri segera mengambil inisiatif untuk menghubungi dan melobi negara-negara OKI melakukan konvensi membahas kuota haji ini agar mendapat solusi yang terbaik.

"Kemenag dan Kemenlu harus membuat convention yang OKI di Jakarta untuk melakukan pembahasan secara lebih serius bagaimana langkah ke depan mengantisipasi perkembangan jumlah jamaah haji seluruh dunia terus meningkat," katanya.

Menurut dia, mingkatkatnya minat ibadah haji di seluruh dunia karena negara Islam banyak tumbuh ekonominya, sepert Turki, Pakistan dan juga negara-negara Eropa di Inggris Prancis, Jerman jumlah jamaah akan terus meningkat.

"Oleh karena itu, ini tidak bisa lagi diselesaikan secara parsial, khususnya oleh Indonesia dengan Saudi ini harus diselesaikan oleh negara-negara Islam," katanya.

 

photo
Mengenal kuota haji (grafis).

 

 

 
Minggu, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 Januari 2020
IMSAK SUBUH ZUHUR ASAR MAGRIB ISYA
04:32 04:32 12:08 15:30 18:20 19:33